Purbaya Beberkan Kinerja Penempatan Dana di Himbara pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan atas pandangan fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN 2025. Dalam pidatonya, Purbaya menjelaskan mengenai fungsi penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke himpunan bank milik negara atau Himbara.
“Pemindahbukuan dana SAL ke bank umum tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil melalui cash management yang baik,” kata Purbaya, saat rapat paripurna di DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Purbaya mengatakan penempatan dana tersebut dapat terjadi karena adanya dana idle pemerintah. Dia menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menurunkan cost of fund perbankan.
“Melalui penempatan idle cash pemerintah di bank umum mitra dengan bunga rendah, dapat menurunkan cost of fund dari perbankan,” ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menegaskan akan terus menjaga defisit APBN di bawah batas 3% dari PDB. Pada 2025, defisit APBN mencapai 2,81% dari PDB.
Baca Juga
OJK Nilai Tambahan Dana SAL ke Himbara Rp 400 Triliun Jadi Peluang untuk Pendanaan Industri Pindar
Sementara itu, terhadap pengelolaan utang, Purbaya menyebut rasio utang terhadap PDB pada 2025 mencapai 40,54%. Posisi utang ini meningkat dari rasio utang terhadap PDB pada 2024 yang sebesar 39,81%.
“Posisi ini masih jauh di bawah batas maksimal [rasio utang] 60% dari PDB sehingga APBN tetap aman dan terkendali,” ucap dia.
Purbaya menegaskan pengelolaan utang pemerintah ke depan bertumpu terhadap empat pilar, yaitu koordinasi fiskal bertahap dalam rangka penguatan keseimbangan primer menuju positif, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan portofolio utang aktif melalui debt switch, buy back, dan konversi pinjaman.
“Dengan strategi ini, pemerintah optimis rasio utang dapat dikendalikan bertahap sambil menjaga keberlanjutan fiskal dan agenda pembangunan kita,” ujar dia.
