BI Catat Optimisme Konsumen Menguat, IKK April Naik ke 123
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level optimistis pada April 2026. BI mencatat IKK April sebesar 123 berada lebih tinggi dari IKK Maret 2026 yang sebesar 122,9.
“Optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan,” bunyi laporan BI, dikutip Selasa (12/5/2026).
Baca Juga
Industri Asuransi Tumbuh Moderat, Jadi Cerminan Konsumen Lebih Selektif Pilih Produk
Keyakinan konsumen pada April 2026 pada seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan IKK tercatat pada responden kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta dan lebih dari Rp 5 juta. Kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta naik ke 127,6 dari bulan sebelumnya 125,7. Sementara itu, kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta naik ke 128,2 dari bulan sebelumnya 124,4.
Meski demikian, tiga kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta, Rp 2,1-3 juta, dan Rp 3,1-4 juta mengalami penurunan nilai indeks.
“Secara spasial, IKK mengalami peningkatan terbesar di Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya. Sementara itu, penurunan IKK terjadi antara lain di Medan, Mataram, dan Banjarmasin,” bunyi laporan tersebut.
BI juga mencatat terjadinya peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini. IKE pada April 2026 mencapai 116,5 lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 115,4.
Meningkatnya IKE ditopang kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG). IKLK tercatat sebesar 108,8 dan IPDG sebesar 112,6.
“Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tercatat di level optimistis sebesar 128,1, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya 129,2,” kata laporan tersebut.
Baca Juga
Tanpa Uni Emirat Arab, OPEC+ Naikkan Produksi 188.000 Barel per Hari
Secara spasial, sebagian kota mengalami peningkatan IKE, terutama di Pontianak, Bandar Lampung, dan Makassar. Sejumlah kota yang mencatatkan penurunan IKE, antara lain, Medan, Denpasar, dan Mataram.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tercatat tetap kuat pada seluruh kelompok, dengan indeks tertinggi sebesar 138,4 pada kelompok lebih dari Rp 5 juta.

