Menghadap Prabowo, Rosan Bakal Laporkan Realisasi Investasi Kuartal I-2026
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani akan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai realisasi investasi pada kuartal I-2026. Hal itu disampaikan Rosan saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
"Ya salah satunya mungkin realisasi investasi di quarter pertama kali ya salah satunya," kata Rosan.
Baca Juga
Indonesia Disebut Jadi Magnet Baru Investasi Energi di Asia Tenggara
Meski demikian, CEO BPI Danantara itu belum membeberkan realisasi investasi yang tercapai pada kuartal I-2026. Rosan mengaku akan melapor kepada Prabowo terlebih dahulu.
"Nanti saya laporan Bapak dulu," katanya.
Selain Rosan, tampak Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto tiba di Istana Kepresidenan. Namun, keduanya tidak berkomentar apa pun mengenai kehadiran mereka kali ini.
"Nanti ya. Nanti saya ceritakan ya," kata Brian.
Sebelumnya, Rosan memproyeksikan realisasi investasi pada kuartal I-2026 mencapai Rp 497 triliun.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 6,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 465 triliun.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI pada Senin (13/4/2026), Rosan menyampaikan optimisme bahwa target tersebut dapat tercapai seiring tren data yang masuk hingga pertengahan April.
“Insyaallah target yang dicanangkan oleh Pemerintah pada triwulan pertama ini bisa kami capai yaitu sebesar Rp 497 triliun. Berarti tumbuh sekitar 7% secara tahunan,” ujar Rosan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Jika terealisasi, capaian ini setara dengan 24,3% dari total target investasi nasional 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Target tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026.
Baca Juga
Rosan: Geopolitik Memanas, Indonesia Justru Jadi Magnet Investasi
Dalam jangka panjang, pemerintah juga menargetkan realisasi investasi kumulatif mencapai Rp 13.032,8 triliun. Seiring peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja juga diproyeksikan meningkat. BKPM memperkirakan jumlah tenaga kerja yang terserap pada kuartal I-2026 mencapai 627.036 orang, naik 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 484.104 orang.
Pemerintah dijadwalkan akan segera merilis data resmi realisasi investasi kuartal I-2026 secara lebih terperinci dalam waktu dekat.

