Perawatan Jantung Tak Cukup Tindakan Medis, Dibutuhkan Pendekatan Terintegrasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penyakit jantung tidak hanya berdampak pada fungsi organ vital, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup serta aktivitas harian penderitanya. Kondisi ini kerap berkaitan dengan berbagai faktor lain seperti gaya hidup tidak sehat, diabetes, hingga hipertensi. Karena itu, penanganannya memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi sejak tahap diagnosis hingga pemulihan.
Pendekatan perawatan jantung terintegrasi memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang tepat sejak deteksi dini, terapi, hingga pemantauan pascatindakan. Hal ini penting agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas dengan kondisi kesehatan yang lebih stabil.
Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dari Mayapada Hospital Surabaya, Yan Efrata Sembiring, menjelaskan bahwa penyakit jantung umumnya tidak berdiri sendiri karena sering disertai penyakit penyerta.
“Penyakit jantung umumnya tidak berdiri sendiri karena sering berkaitan dengan komorbid seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan pembuluh darah. Karena itu, evaluasi pasien perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada jantung, agar terapi yang diberikan lebih tepat dan risiko komplikasi dapat ditekan sejak dini,” ujarnya.
Baca Juga
Sering Dianggap Sepele, Nyeri Dada Bisa Menjadi Tanda Darurat Jantung
Melalui sistem perawatan yang terstruktur, pasien akan menjalani rangkaian layanan mulai dari pemeriksaan, diagnosis, terapi, hingga masa pemulihan. Dengan cara ini, tim medis dapat menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi setiap pasien.
Pendekatan tersebut juga melibatkan kerja sama tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis jantung, dokter bedah jantung dan pembuluh darah, dokter penyakit dalam, radiologi, hingga tenaga rehabilitasi medis.
“Melalui kolaborasi ini, tim dapat memahami kondisi pasien secara menyeluruh dan menentukan rencana perawatan yang paling sesuai,” tambahnya.
Pendampingan tidak berhenti setelah tindakan medis dilakukan. Pasien tetap menjalani pemantauan rutin, penyesuaian terapi, serta edukasi mengenai gaya hidup sehat guna mencegah kekambuhan di masa depan.
“Tujuan perawatan jantung bukan hanya mengobati penyakit, tetapi membantu pasien menjalani hidup yang lebih sehat dan berkualitas dalam jangka panjang,” tutupnya.
Seiring meningkatnya jumlah kasus penyakit jantung di masyarakat, kebutuhan terhadap layanan kesehatan jantung yang terintegrasi pun semakin besar. Menjawab kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Surabaya melalui Heart & Vascular Center menghadirkan layanan perawatan jantung terpadu yang mencakup pencegahan, diagnosis, terapi lanjutan, hingga rehabilitasi.
Layanan tersebut didukung tiga pilar utama, yaitu Advanced Treatment untuk menangani gangguan vaskular, aritmia, dan kelainan struktur jantung melalui tindakan seperti CAG, Complex PCI, hingga Left Ventricular Assist Device (LVAD). Selain itu terdapat Emergency Excellence yang menyediakan layanan kegawatdaruratan jantung 24 jam dengan dukungan dokter spesialis siaga serta fasilitas Chest Pain Unit. Pilar ketiga adalah Team-Based Management yang memastikan setiap keputusan medis diambil secara kolaboratif melalui forum Cardiac Board yang melibatkan belasan dokter spesialis.
Dalam prosesnya, pasien juga didampingi Cardiac Advisor yang membantu memberikan penjelasan mengenai diagnosis, rencana terapi, hingga proses pemulihan agar pasien dan keluarga memahami setiap langkah perawatan dengan lebih baik.
Selain layanan medis, masyarakat juga dapat memperoleh informasi kesehatan melalui aplikasi MyCare yang menyediakan artikel kesehatan serta fitur pemantauan kebugaran seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori terbakar, hingga perhitungan Body Mass Index (BMI).
Baca Juga
Nyeri Dada Mendadak? Bisa Jadi Aorta Jantung Anda dalam Bahaya

