Menyesal Bela Belgia, Radja Nainggolan Sebut Seharusnya Main di Timnas Indonesia
Poin Penting
|
BRUSSELS, investortrust.id – Mantan gelandang AS Roma dan Inter Milan Radja Nainggolan mengaku menyesal membela Belgia di level internasional. Gelandang keturunan Batak Toba itu menyebut, jika bisa kembali ke masa lalu, dirinya akan memilih bermain di Timnas Indonesia.
Radja Nainggolan adalah pemain sepak bola profesional Belgia yang bermain sebagai gelandang tengah untuk klub Challenger Pro League, Lokeren-Temse. Dijuluki Il Ninja, dia menghabiskan hampir seluruh karier profesionalnya di Italia, mewakili Piacenza, Cagliari, AS Roma, dan Inter Milan. Dia tampil 367 kali dan mencetak 48 gol di Serie A.
Radja Nainggolan juga bermain sebagai pemain internasional Belgia selama delapan tahun. Dia bermain 30 kali untuk negaranya dan mencetak enam gol. Dia ikut mewakili Belgia di Piala Eropa 2016.
Baca Juga
Heboh! Kabar Penjualan Stadion Legendaris Maracana oleh Pemda Rio de Janeiro
Radja Nainggolan lahir di Antwerp, 4 Mei 1988. Dia putra dari Lizy Bogaerts, seorang wanita Belgia yang membesarkannya bersama tiga saudara tirinya dan saudara kembarnya. Ayahnya, Marianus Nainggolan, seorang Indonesia berlatar belakang Batak Toba. Dia dibesarkan di Kiel, di sebuah lingkungan kelas pekerja dan multikultural di Antwerp.
Sayang, ayahnya meninggalkan keluarga itu ketika Radja Nainggolan masih kecil. Kemudian, ibunya meninggal pada 2010.
Pengalaman pahit dengan ayahnya membuat Radja Nainggolan tidak memiliki ikatan emosional dengan Indonesia. Dia merasa sebagai orang Belgia dan kemudian memutuskan membela tim nasional Belgia. Apalagi, Timnas Indonesia di era keemasan Radja Nainggolan belum seperti sekarang yang bergelimang pemain keturunan Eropa.
Dalam sebuah wawancara di kanal Youtube Junior Vertongen, Radja Nainggolan menceritakan asal-usul Indonesia miliknya. Dia mengaku senang dengan sambutan yang diberikan orang-orang Indonesia kepadanya. Dia sempat semusim membela Bhayangkara FC di Liga Indonesia.
Selain itu, Radja Nainggolan dengan tegas mengungkapkan menyesal pernah mewakili Belgia di level internasional. Sebab, kariernya di sia-siakan pelatih sebelumnya, Roberto Martinez. Itu membuatnya memutuskan mundur dari tim nasional.
Radja Nainggolan menyebut seharusnya dirinya membela Timnas Indonesia. "Setiap hari saya berkata pada diri sendiri bahwa saya seharusnya bermain untuk Indonesia," kata gelandang berpostur 176 cm itu.
"Bukannya saya tidak suka Belgia. Saya berkembang di semua tim muda mereka. Tapi, rasa hormat yang saya dapatkan di sana (Indonesia) akan berbeda. Pemain seperti Sandy Walsh atau Ragnar Oratmangoen bukanlah bintang (di Belgia). Tapi, mereka dipuja (di Indonesia). Itu berarti segalanya," beber Radja Nainggolan.
Berdasarkan regulasi FIFA, setiap hanya diizinkan membela satu tim nasional di level senior. Jadi, Radja Nainggolan tidak mungkin membela negara lain selain Belgia, termasuk Indonesia.
Baca Juga
Super League Menang di Pengadilan Spanyol, Real Madrid Siap Gugat UEFA

