Kasus Diabetes dan Hipertensi Meningkat di Usia Muda, BPJS Kesehatan Dorong Skrining Dini
Poin Penting
|
TULUNGAGUNG, investortrust.id - Berbagai jenis penyakit, seperti diabetes mellitus maupun hipertensi saat ini menjadi ancaman yang sangat serius bagi masyarakat. Emi Andarukmi (52), pemilik Klinik dr Emi A salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mitra BPJS Kesehatan menjelaskan, penyakit tersebut tidak hanya diderita oleh orang lanjut usia, namun sekarang banyak anak-anak dan remaja yang menderita penyakit tersebut.
“Saya pernah menjumpai pasien yang masih bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) umurnya sekitar 16 tahun, gula darahnya mencapai angka 400 lebih. Angka itu sudah sangat tinggi dibandingkan kadar gula darah normal pada usianya, kondisi ini mengharuskan dia menjalani pengobatan rutin,” ungkapnya dalam siaran pers, Selasa (30/9/2025).
Pola konsumsi makanan yang tidak seimbang, jarang melakukan aktivitas fisik dan begadang adalah faktor utama penyakit kronis yang banyak dialami oleh anak muda. Gaya hidup yang serba instan, tanpa memperhatikan kadar gizi yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi faktor utama timbulnya penyakit kronis.
“Setelah saya menanyakan kepada pasien tersebut terkait pola hidupnya, ternyata dia gemar mengonsumsi minuman dalam kemasan. Hampir setiap hari dia mengkonsumi minuman tersebut dan mengonsumsi mi instan atau jenis makanan cepat saji lainnya. Kita tahu bahwa kandungan minuman kemasan ini sangat tidak terukur kadar gulanya," jelasnya.
Baca Juga
Pengaduan Peserta BPJS Kesehatan Turun 57% di Semester I 2025
Gejala dari penyakit kronis sebenarnya bisa dikenali sejak awal. Misalnya penyakit diabetes mellitus dapat ditandai dari rasa haus yang berlebihan, penurunan berat badan yang signifikan, serta banyaknya intensitas buang air kecil. Di samping itu, penyakit hipertensi dapat dilihat dari tekanan darah yang tinggi serta keluhan pusing yang seringkali dirasakan.
“Masyarakat sebenarnya dapat mengenali beberapa tanda diabetes mellitus maupun hipertensi, namun seringkali diabaikan. Apabila sering merasa capek, pusing, sering buang air kecil terutama pada malam hari dan menurunnya berat badan yang drastis, lebih baik segera periksa. Jika lebih awal diketahui penyakit yang dialami, akan lebih mudah penanganannya. Apalagi jika ada riwayat keluarga yang sakit kronis harus lebih waspada," tambahnya.
Apabila tidak segera ditangani, penyakit diabetes mellitus maupun hipertensi dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang lain. Jika terlambat diketahui bahkan apabila telah terjadi kompilkasi seperti penyakit jantung atau gagal ginjal, akan lebih sulit dan diperlukan waktu yang lama untuk pengobatan. Oleh karena itu, mencegah risiko penyakit maupun menjaga agar penyakit stabil sangat penting bagi setiap masyarakat.
“Diabetes mellitus maupun hipertensi bisa menimbulkan komplikasi penyakit yang menyerang saraf mata, stroke atau Cerebrovascular Accident (CVA) dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Bahkan lebih parah lagi bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal, jika pada kondisi ini harus cuci darah seumur hidup. Oleh karena itu, sangat penting kita mengenali gejala yang ada pada tubuh kita dan jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter," tutur Emi.
Baca Juga
Di Hadapan DPR, OJK Jelaskan Skema CoB Asuransi Komersial dengan BPJS Kesehatan
Upaya untuk menjaga pola hidup sehat bisa dilakukan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dilakukan dengan memulai mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, melakukan olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup adalah tiga langkah utama untuk mencegah risiko penyakit kronis.
“Sebenarnya menjaga pola hidup sehat mudah, namun diperlukan niat dan konsisten dari diri sendiri. Mulai kurangi konsumsi makanan cepat saji dan ganti dengan makanan yang lebih bergizi, perbanyak makanan berserat seperti buah dan sayuran. Lakukan olahraga ringan sesuai dengan kemampuan kita, setiap hari dapat melakukan aktivitas fisik selama 30 menit, seperti jalan sehat, bersepeda," jelasnya.
BPJS Kesehatan telah menyediakan skrining riwayat kesehatan, sebagai langkah preventif untuk mencegah tejadinya penyakit. Peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan tersebut secara mandiri, seluruh peserta tidak dibatasi usia dapat melakukan skrining riwayat kesehatan.
“Program Skrining Riwayat Kesehatan dari BPJS Kesehatan sangat bagus, peserta JKN jangan tunda lagi karena sangat mudah dan bermanfaat. Dari hasil pemeriksaan ini, jika terindikasi suatu penyakit tertentu dapat segera berobat ke FKTP, semua pembiayaan atas indikasi medis dijamin oleh BPJS Kesehatan,“ pungkas Emi.

