Kemenkes Ungkap Jumlah Peserta Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tembus 30 Juta Orang
Poin Penting
●
Sejak diluncurkan Februari 2025, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sudah menjangkau 29,8 juta orang.
●
Sebanyak 99,6% puskesmas (10.226 dari 10.286) sudah terlibat.
●
Mayoritas peserta adalah perempuan (2 dari 3 peserta).
JAKARTA, investortrust.id- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan perkembangan terbaru program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai berjalan sejak Februari 2025 lalu. Hingga Rabu (17/9/2025), bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan ini telah menjangkau 29,8 juta peserta.
Hal itu diungkapkan Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam acara konferensi pers mengenai perkembangan program Cek Kesehatan Gratis di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (PCO), Gedung Kwarnas, Jakarta, Kamis (19/9/2025).
"Laju kita sekitar 600 ribu per hari sekarang, jadi tentunya pada hari ini kita mencapai 30 juta yang diperiksa. Dan mengingat sistem pencatatan data itu secara online, maka kita juga masih menunggu data-data yang belum dimasukkan, sudah dilakukan tapi belum dimasukkan oleh teman-teman di puskesmas (pusat kesehatan masyarakat). Jadi capaian kita bisa jadi lebih besar dari ini, tapi yang saat ini sudah masuk ke data kita adalah 29,8 juta pada hari kemarin sudah diperiksa," ujar Endang.
Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam acara konferensi pers mengenai perkembangan program Cek Kesehatan Gratis di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (PCO), Gedung Kwarnas, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Badan Komunikasi Pemerintah
Maria menjelaskan, sebanyak 32,3 juta warga di 38 provinsi di Indonesia sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan CKG. Data ini disampaikan Maria berdasarkan Laporan Harian Program CKG per hari kemarin.
Lebih lanjut, Maria menyebut, jumlah puskemas yang terlibat pada program CKG sudah mencapai 10.226 puskemas dari total 10.286 puskemas yang ada di Tanah Air. Dengan kata lain, 99,6% puskemas terlibat dalam program ini.
"Jadi tinggal 60 puskesmas saja di seluruh Indonesia yang belum menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis," ungkap Maria.
Menurut Maria, masyarakat bisa mengakses CKG ini di puskesmas dimanapun di Indonesia. "Kita juga sudah memulai cek kesehatan gratis yang sekolah, yang ulang tahun itu kita mulai 10 Februari, dan sejak dua bulan kemudian kita sudah buka, bukan cuma ulang tahun tetapi bisa kapan saja setahun sekali. Yang sekolah kita mulai pada awal Agustus, beberapa daerah sudah mulai pada minggu kedua Juli," jelas Maria.
Secara rinci, untuk anak sekolah yang sudah diperiksa mencapai 5,9 juta. Kemudian, sekolah satuan pendidikan yang sudah mendapatkan CKG sekolah mencapai 91.184 dari 280.000 sasaran.
"Tapi ini baru mulai awal Agustus, jadi memang baru mulai satu setengah bulan ini, tetapi kita sudah mendapatkan 5,9 juta dan sudah dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia," ucap Maria.
Maria menambahkan, sebaran dari program CKG ini didominasi oleh perempuan. Di mana, 2 dari 3 orang yang dilayani CKG adalah perempuan.
"Dari 29 juta itu, 17 jutanya perempuan, laki-lakinya 12 juta," terang Maria.
Adapun daerah dengan pemeriksaan CKG terbanyak ada di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Dikatakan Maria, 51% dari 29 juta peserta CKG didominasi oleh ketiga provinsi tersebut.
"Tentu kita bisa mengerti karena jumlah populasi yang sangat besar di provinsi-provinsi tersebut, tapi tentu kita juga menginginkan supaya provinsi-provinsi lain itu segera juga mengejar dengan rate yang sama ya. Nah yang masih kecil jumlah pesertanya Papua, Papua Barat dan Papua Pegunungan," pungkas Maria.
Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam acara konferensi pers mengenai perkembangan program Cek Kesehatan Gratis di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (PCO), Gedung Kwarnas, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Badan Komunikasi Pemerintah