Kemenekraf Bantah Film "Merah Putih: One For All" Didanai Pemerintah
JAKARTA, Investortrust.id -- Kementerian Ekonomi dan Kreatif (Kemenekraf) menepis kabar yang menyebut film Merah Putih: One For All didanai pemerintah. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi Kemenekraf/Badan Ekonomi Kreatif, Kiagoos Irvan Faisal di tengah ramainya kritik publik terhadap film Merah Putih: One For All yang menghabiskan anggaran Rp 6,7 miliar.
"Pemerintah tidak memberikan dukungan bersifat finansial maupun fasilitasi produksi dan promosi terhadap film Merah Putih: One For All," kata Kiagoos Irvan Faisal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/8/2025).
Kemenekraf mengakui melakukan audiensi dengan tim produksi Merah Putih: One For All pada 7 Juli 2025 lalu. Ketika itu, Kemenekraf diwakili oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif ((Wamenekraf), Irene Umar.
"Dalam audiensi tersebut, Wamen Ekraf memberikan sejumlah masukan untuk peningkatan kualitas film animasi tersebut," ujarnya.
Kemenekraf menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan kurasi, apalagi meloloskan atau tidaknya sebuah tayangan film. Kemenekraf mengatakan proses kurasi dan seleksi penayangan menjadi kewenangan pihak distributor, dalam hal ini pemilik bioskop.
"Pada prinsipnya, Kementerian Ekraf berkomitmen terus mendorong ekosistem kreatif dari proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi dalam menghasilkan produk ekonomi kreatif yang berkualitas agar dapat mengakselerasi pasar nasional dan global melalui berbagai platform," ucapnya.
Publik menyoroti secara teknis film Merah Putih: One For All yang produksinya menghabiskan anggaran Rp 6,7 miliar. Kualitas gambar dinilai kurang rapi, hingga penggambaran karakter film yang dianggap kurang realistik. Publik kemudian membandingkan dengan film Jumbo yang menampilkan kualitas lebih baik dibanding Merah Putih: One For All.

