Saham FILM masih Berpotensi Melesat 94% Lagi, Meski Pekan Ini telah Terbang 83,5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Samuel Sekuritas mematok target harga ambisius saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) level Rp 7.000 atau peluang menguat 94% dalam beberapa hari ke depan, meskipun kenaikan harga saham ini telah mencapai 83,5% menjadi Rp 3.670 selama sepekan ini.
Dengan kenaikan harga lebih dari 83,50% dalam sepekan terakhir, FILM tercatat sebagai saham posisi ketiga dalam daftar top gainer setelah PPRI (+113,04%) dan COIN (+100%). Lonjakan ini didorong optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan kinerja perseroan yang solid, seiring sinergi bisnis konten dan penyiaran melalui akuisisi PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV).
Baca Juga
Rights Issue Rp 791,82 Miliar, MD Entertaintment (FILM) Patok Harga di Bawah Pasar
Analis Samuel Sekuritas Fadhan Banny mengatakan bahwa manajemen FILM menargetkan pangsa pemirsa NETV meningkat hingga 5% dengan menghadirkan konten berkualitas di saluran free-to-air (FTA), termasuk penayangan film-film blockbuster, seperti KKN di Desa Penari, Sewu Dino, dan Ipar Adalah Maut. Efisiensi biaya dan peningkatan basis audiens bersamaan dengan restrukturisasi organisasi, NETV ditargetkan bisa membalikkan rugi menjadi laba pada 2026.
Selain dukungan dari NETV, dia mengatakan, FILM tengah menyiapkan deretan film potensial yang diyakini mampu untuk menarik lebih dari 2 juta penonton per judul, seperti D4nur: The Last Chapter, Ivanna 2, dan Janur Ireng. Kehadiran sejumlah film tersebut diharapkan berimbas terhadap peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 877 miliar pada 2026 dan lanjutkan lompatan menjadi Rp 1,29 triliun pada 2027.
FILM, terang dia, didukung momentum positif tuntasnya aksi korporasi rights issue pada kuartal II-2025 yang mengantarkan perusahaan yang dikendalikan Manooj Punjabi ini bebas utang setelah melunasi pinjaman bank Rp 661,8 miliar. Perseroan juga didukung masuknnya investor strategis SBS Co Ltd, penyiar terbesar kedua di Korea Selatan, dengan membeli 3,8% saham FILM. Kolaborasi ini diharapkan mendorong transfer teknologi dan penguatan kapasitas produksi anak usahanya NETV.
Baca Juga
Harvard Berinvestasi di Bitcoin, Investasi Tembus Rp 1,89 Triliun
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham FILM dengan target harga Rp 7.000. prospek pertumbuhan berkelanjutan dan potensi earnings turnaround mulai 2025. Target harga tersebut merefleksikan target laba brsih perseroan tahun ini senilai Rp 13 miliar dan diharapkan melesat menjadi Rp 214 miliar pada 2026. Sedangkan pendapatan perseroan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 628 miliar dan diproyeksikan melesat menjadi Rp 877 miliar pada 2026.
Perseroan sebelumnya telah menuntaskan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dengan target dana Rp 791,82 miliar. Perseroan menerbitkan sebanyak 989,77 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 800 per saham.

