Kemenekraf: Soal Film Merah Putih One for All, Penonton Penentunya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menegaskan pemerintah bersikap netral dalam menanggapi film animasi Merah Putih: One for All. Menurutnya, apresiasi terhadap karya tersebut tetap diberikan, namun keputusan akhir ada di tangan penonton.
“Kami apresiasi atas semua effort yang sudah dilakukan. Tapi saya senang karena teman-teman kritis. Pada akhirnya, yang beli tiket punya keputusan terakhir, mau mendukung atau tidak,” ujar Irene saat ditanya oleh awak media di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Ia menjelaskan, pemerintah tidak ingin mempengaruhi opini publik secara berlebihan. “Pemerintah boleh netral, nggak? Saya mencoba untuk netral,” tegasnya.
Menurut Irene, industri animasi lokal harus membutuhkan dukungan dari sisi kualitas dan daya tarik pasar. “Ini kan supply and demand,” tambah Irene.
Diketahui publik sebelumnya menyoroti secara teknis film Merah Putih: One For All yang produksinya menghabiskan anggaran Rp 6,7 miliar. Kualitas gambar dinilai kurang rapi, hingga penggambaran karakter film merupakan aset digital yang dibeli dari marketplace.
Irene pun menjelaskan, marketplace aset digital adalah pasar terbuka yang menyediakan berbagai elemen kreatif siap pakai, mulai dari model 3D hingga efek visual. Namun, pelanggaran hak cipta tetap bisa terjadi jika pembuat karya tidak mengikuti ketentuan lisensi.
Selain menegaskan komitmen pemerintah menjaga integritas industri kreatif, Irene juga memberikan pesan kepada kreator lokal untuk membangun karya orisinal.
“Kalau belum bisa bikin (animasi panjang) seperti Jumbo yang butuh enam tahun, bisa coba bikin kecil-kecil di platform seperti Unity, Fortnite, termasuk Roblox,” sarannya.

