Panasonic Lumix S1 II Series Perkuat Pasar Kamera Profesional Lewat Komunitas Kreatif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Panasonic Gobel Indonesia mengandalkan pendekatan komunitas untuk memperluas pangsa pasar kamera profesional di Indonesia. Lewat Lumix S1 Mark II Series yang diluncurkan beberapa waktu lalu, perusahaan menyasar fotografer dan videografer yang menginginkan sistem kerja cepat, efisien, dan terintegrasi.
“Pengguna Lumix kebanyakan profesional yang dituntut hasil cepat dan presisi. Karena itu, kami kembangkan fitur smart workflow seperti Lumix Flow agar proses produksi bisa diselesaikan dalam satu hari,” kata Digital Imaging Product Manager Panasonic, Cut Noviani, saat acara "First Experience Lumix S1 Mark II" di Jakarta, Sabtu (26/7/2025).
Novi menegaskan bahwa pengalaman langsung dan keterlibatan komunitas menjadi kunci strategi Panasonic. Di tengah dominasi merek besar, pendekatan ini diharapkan bisa membangun kepercayaan konsumen secara organik.
“Kami optimistis lewat workshop, pengalaman langsung, dan aplikasi terintegrasi, kepercayaan konsumen terhadap Lumix akan terus tumbuh,” ujarnya.
Seri LUMIX S1 Mark II hadir dalam tiga model yakni S1II, S1IIE, dan S1RII. Ketiganya dirancang untuk segmen profesional dengan kebutuhan berbeda. S1II mengandalkan sensor 24.1MP dan rekaman video hingga 5.1K60p, cocok untuk dokumentasi dinamis dan produksi konten cepat.
Baca Juga
Indosat Business Rilis Vision AI, Tawarkan Kamera Cerdas untuk Efisiensi dan Keamanan Bisnis
S1IIE menawarkan fitur sinematik lewat perekaman 4K60p Cinemascope tanpa crop dan sistem stabilisasi 8.0 stop. Sementara S1RII ditujukan untuk kebutuhan ultra-resolusi dengan sensor 61MP dan kemampuan video 8K30p, menyasar segmen komersial dan industri kreatif premium.
Fotografer dan videografer profesional, Enche Tjin, menyebut S1R Mark II sebagai perangkat serba bisa untuk foto maupun video. Menurutnya, kamera ini menawarkan resolusi tinggi sekaligus performa video yang ditingkatkan dari versi sebelumnya.
“Sebenarnya S1R ini enggak melulu foto-sentrik atau video-sentrik. Dua-duanya bisa. Tinggal pilih sesuai kebutuhan,” ujar Enche.
Sementara itu, kreator konten, Anggun Adi, menyoroti sisi ekosistem aplikasi yang menurutnya jadi keunggulan Panasonic. Ia menilai fitur seperti shortlisting otomatis dan storyboard langsung dari hasil jepretan sangat membantu efisiensi produksi.
“Workflow jadi lebih cepat dan rapi, apalagi untuk produksi serius,” ujarnya.
Panasonic melihat peluang besar di pasar kamera mirrorless. Laporan TechNavio 2025 memproyeksikan pertumbuhan pasar global sebesar US$ 1,43 miliar hingga 2029, seiring meningkatnya jumlah kreator konten dan profesional muda.
Marketing Director Panasonic, Yuki Honda, mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis. “Acara ini merupakan cara kami membangun koneksi antara teknologi dan kebutuhan nyata para kreator,” ujar secara terpisah.
Dengan pendekatan komunitas dan pelibatan kreator secara langsung, Panasonic berharap keunggulan teknologi Lumix dapat dikenal lebih luas dan menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang terus berkembang di Indonesia.

