Misteri Bayaran Mike Tyson dan Jake Paul dalam “Duel Abad ini” di Netflix
ARLINGTON, investortrust.id – Teka-teki berapa uang yang diterima Mike Tyson dan Jake Paul dalam pertarungan tinju beda generasi di AT&T di Arlington, Texas, Sabtu (16/11/2024) pagi WIB, mulai terungkap.
Mantan juara kelas berat tak terbantahkan Mike Tyson akan melanjutkan karier profesionalnya di usia 58 tahun dalam pertarungan yang sangat dinanti-nantikan. Tapi, juga kontroversial melawan lawan yang jauh lebih muda pada akhir minggu ini.
Mike Tyson akan melawan mantan YouTuber yang menjadi petinju, Paul Jake. Dia berusia lebih muda tiga dekade dari Mike Tyson. Pasangan itu awalnya akan saling berhadapan pada 20 Juli 2024. Tapi, pertarungan itu terpaksa ditunda setelah Mike Tyson menderita asam lambung.
Kini, seterlah dijadwal ulang, Mike Tyson tidak berniat mundur dari pertarungan dan bertekad untuk menang dalam duel AT&T Stadium Arlington, Texas, dalam sebuah acara yang akan disiarkan langsung di Netflix. Diperkirakan sebanyak 500 juta orang dapat menyaksikan pertarungan tersebut.
Tidak seperti acara tinju besar lainnya, yang biasanya berbayar per tayang (PPV) di saluran Box Office, Mike Tyson vs Paul Jake dapat ditonton oleh siapa saja yang memiliki akun Netflix tanpa biaya tambahan. Keputusan yang tidak biasa untuk menayangkan pertarungan melalui Netflix telah memicu spekulasi mengenai berapa banyak kedua petarung dibayar.
Baca Juga
Profil Daud Yordan, Juara Dunia Tinju Kelas Ringan Super Versi IBA Asal Kalimantan Barat
Ketika ditanya berapa banyak yang dapat dia hasilkan dari pertarungan tersebut, Mike Tyson mengecilkan angka tersebut. “Pertarungan ini tidak akan mengubah hidup saya secara finansial,” ujar Mike Tyson kepada SPORTbible.
“Jika saya melakukannya secara gratis, itu tidak akan mengubah hidup saya. Istri saya terus-menerus mengatakan kepada saya, anda tidak perlu melakukan pertarungan ini. Ini yang ingin saya lakukan, ini saya. Saya mencari kejayaan saya,” tambah Mike Tyson.
Sementara saat berbicara di acara Cage Wars MMA baru-baru ini, Mike Tyson menegaskan motivasinya bukan finansial. Dia mengatakan bahwa sudah berada dalam posisi yang nyaman berkat karier bertarungnya dan berbagai usaha bisnis termasuk produk ganja legalnya.
“Saya bisa saja menunggu gaji setiap hari dari ganja. Itu omong kosong bagi saya. Saya seorang pria. Saya ingin keluar sana dan saya ingin mengekspos diri saya pada risiko. Terkadang saya ingin melihat siapa saya sebenarnya. Saya ingin melihat apa yang sebenarnya saya buat,” ujar Mike Tyson.
“Saya ingin tampil di depan dunia. Bagi saya, hanya itu (tinju) yang saya tahu sejak saya berusia 14 tahun. Ini yang ingin saya lakukan,” tambah Mike Tyson.
Namun, Jake Paul memberikan pandangan berbeda tentang keuangan yang terlibat. Dia mengklaim pada konferensi pers pada Agustus 2024 bahwa dirinya akan menghasilkan sebanyak US$40 juta (Rp 633 miliar).
Petinju Amerika itu kini juga mengungkapkan bahwa bonus dalam kontraknya untuk pertarungan itu dapat meningkatkan penghasilannya dan Mike Tyson. “Pasti ada angka-angka tertentu yang dijamin dan bonus-bonus bawaan tertentu dan hal-hal lain di atas penjualan. Indikator-indikator kinerja utama yang memicu hal-hal tertentu,” kata Jake Paul.
“Ini jelas merupakan bayaran terbesar saya, dari semua pertarungan yang ada. Ini jelas merupakan bayaran yang besar,” pungkas Jake Paul.
Baca Juga
Putra atau Putri? Kontroversi Gender Petinju Aljazair Imane Khelif di Olimpiade Paris 2024

