98% Penduduk Sudah Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Barack Obama Apresiasi Layanan Kesehatan di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Beberapa waktu lalu, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengapresiasi capaian layanan kesehatan Indonesia melalui Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan, BPJS Kesehatan telah mencatatkan sekitar 277 juta penduduk yang telah masuk kepesertaan atau sekitar 98% dari total populasi di seluruh Indonesia.
“Sekarang sudah lebih dari 98% penduduk Indonesia sudah terlindungi menjadi peserta BPJS. Di Jerman sejak 1883 mencapai 90% itu perlu waktu 127 tahun, Belgium memerlukan waktu 117 tahun, tapi Indonesia 10 tahun, luar biasa,” kata Ali di Kantor Investortrust, Jakarta, Senin (7/10/2024).
Dengan kata lain, Indonesia hanya dengan 10 tahun untuk meraih universal health coverage (UHC) 98%. Sebagai informasi, UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
Pada Maret 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita pernah beberapa kali ditanya mantan Presiden AS Barack Obama terkait layanan jaminan kesehatan yang dilakukan di Indonesia.
Baca Juga
Dirut BPJS Kesehatan: Tingkat Kepatuhan Peserta Capai 95% Berkat Digitalisasi dan Kolaborasi
“Tadi cerita (ke) Pak Dirut, pernah dulu beberapa kali, seingat saya dua tiga kali, Presiden Obama menanyakan kepada saya, tapi tahun 2015 saat itu, jadi saya belum bisa cerita sebangga ini,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu saat groundbreaking gedung BPJS Kesehatan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Beliau (Obama) tanya kepada saya ‘Mengapa BPJS, jaminan kesehatan di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Sedangkan Obama Care di Amerika itu tidak?,” lanjut dia.
Jokowi pun menelaah apa yang membuat BPJS Kesehatan di Indonesia bisa berjalan sukses ketimbang Obama Care di AS.
“Di sini menurut saya pertama, ada rujukan Puskesmas. Di Amerika tidak ada Puskesmas, langsung ke rumah sakit. Sehingga beban semua langsung ke rumah sakit. Di sini masih ditahan di Puskesmas, baru kalau yang (sakit) berat masuk ke rumah sakit,” jelas dia.
Baca Juga
Hal lainnya yang membedakan BPJS Kesehatan dengan Obama Care adalah aging population. Menurut Jokowi, usia produktif di Indonesia banyak sehingga beban BPJS menjadi lebih ringan dibandingkan di Negeri Paman Sam itu.
“Saya bandingin, ‘oh ini,’ dia tidak bisa jalan dan kita bisa berjalan dengan baik karena dukungan-dukungan yang tadi saya sampaikan,” tutup Jokowi.

