Hari Kopi Sedunia 1 Oktober, Begini Sejarahnya
JAKARTA, investortrust.id - Bagi para pecinta kopi tentunya setiap hari bisa terasa seperti “hari kopi”. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu hari khusus yang didedikasikan untuk merayakan salah satu minuman paling populer di dunia dan dinikmati di hampir setiap negara ini? Ya, setiap 1 Oktober atau tepatnya pada hari ini diperingati sebagai Hari Kopi Sedunia atau yang lebih dikenal sebagai International Coffee Day.
Hari istimewa ini didedikasikan untuk merayakan minuman enak ini, mempromosikan penjualannya, dan meningkatkan kepedulian pada kondisi petani kopi.
Lantas, bagaimana asal muasal minuman hitam yang mendunia ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kopi Sedunia. Meskipun keberadaan kopi sudah ada sejak abad ke-9, Hari Kopi Sedunia baru diperingati secara resmi pada tahun 2015. Di mana, Hari Kopi Sedunia ditetapkan untuk dirayakan setiap tanggal 1 Oktober oleh International Coffee Organization (ICO) di tahun sebelumnya pada sebuah konferensi yang dilakukan di Milan.
Mengulik lebih jauh tentang kopi terdapat sejumlah kisah tentang asalnya. Menurut catatan sejarah, melansir dari p2k.stekom.ac.id, Selasa (1/10/2024), sejarah kopi mulai dicatat sejak abad ke-9 dimulai dari Ethiopia. Biji kopi asli ditanam oleh orang Ethiopia di dataran tinggi
Dalam catatan sejarah yang dimuat Evening Standard, kopi ditemukan di Ethiopia sekitar abad ke-9 oleh seorang penggembala kambing bernama Kaldi.
Menurut legenda, Kaldi pertama kali menemukan potensi kopi ketika melihat efek stimulasi yang dirasakan oleh kambing gembalanya setelah memakan biji-bijian berwarna kemerahan. Ia mulai bereksperimen membuat minuman dari biji-bijian yang sama seperti yang dimakan kambing itu. Ternyata, minuman tersebut menyebabkan Kaldi terjaga dalam waktu yang lama. Dia pun melaporkan temuannya ke kepala biarawan lokal.
Sejak itulah, pengetahuan tentang biji-bijian berenergi itu menyebar ke timur, menuju Semenanjung Arab.
Lebih jauh, ketika bangsa Arab mulai memperluas perdagangannya, penyebaran biji kopi juga meluas hingga ke Afrika Utara dan ditanam secara massal di sana.
Dari Afrika Utara, penyebaran biji kopi meluas ke Asia hingga pasar Eropa dan mulai dikenal sebagai salah satu minuman yang memiliki rasa enak dan nikmat.
Tanaman kopi masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda. Dengan adanya arus globalisasi dan kapitalisme Belanda, tanaman kopi bertransformasi menjadi sebuah budaya Indonesia dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat lokal.
Budaya kopi yang ada di Indonesia memiliki pengaruh dari Eropa, terutama Italia, China, Melayu, dan budaya lokal, seperti Jawa dan Sumatra, baik dalam hal pengolahan maupun penyajian.

