BKKBN: Low Fertility Belum Menjadi Ancaman Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menyampaikan, angka fertilitas total di Indonesia sudah mendekati replacement level.
Meski begitu kata dia, disparitas total fertility rate (TFR) antar wilayah masih cukup tinggi sehingga diperlukan strategi kebijakan yang asimetris.
Hal ini disampaikan Bonivasius pada acara "2024 Asia-Pacific Regional Conference on Population Ageing" yang digelar di Bali, belum lama ini. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai delegasi dari negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
Baca Juga
Edukasi Pegawainya, BKKBN Komitmen Bantu Perangi Judi Online
Menurut Bonivasius, kebijakan asimetris di tingkat kabupaten/kota menitikberatkan pada kebijakan yang disesuaikan dengan angka fertilitas total, Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR), unmet need, Age Specific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun, laju pertumbuhan penduduk, sosial budaya, kemiskinan, kesehatan serta pendidikan.
Kemudian, konferensi tersebut ditutup dengan expert group meeting yang mendiskusikan teori dan 'best practice' terkait 'ageing population' dan 'low fertility' dari beberapa expert demografi, ekonomi dan sosial budaya berbagai negara.
Dalam 'concluding remarks expert Group Meeting', Bonivasius mewakili pemerintah RI, menekankan tiga poin utama. Pertama, 'Low fertility' masih belum menjadi ancaman di Indonesia. Disparitas yang harus dihadapi Indonesia sehingga kebijakan asimetris diperlukan.
Baca Juga
“Kebijakan kependudukan di Indonesia adalah pertumbuhan penduduk seimbang dengan “improving quality of people/family, while maintaining TFR (quantity)”, dengan berdasarkan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK),” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis pada Selasa (17/9/2024).
Kedua, ia menyatakan bahwa kelahiran dapat dikendalikan, tetapi orang yang bertambah tua tidak dapat dikendalikan. Kebijakan ageing population menjadi perhatian dan masuk dalam GDPK.
Terakhir, Indonesia tetap patuh pada International Conference Population Development (ICPD) Kairo dengan memperhatikan "women right and reproductive health", “when, how many, with whom” melalui program Planning is Cool. Berencana itu Keren!

