Program Dapur Sehat Dinilai Bisa Bantu Atasi Stunting Bagi Keluarga Berisiko
JAKARTA, investortrust.id - Program penurunan stunting masih menjadi prioritas pemerintah melalui aksi intervensi spesifik dan sensitif.
Salah satu strategi menekan kasus dan potensi stunting baru adalah melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dapat meningkatkan status gizi berimbang pada anak-anak.
Ketua tim kerja 3 Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang asupan gizi seimbang, khususnya bagi keluarga berisiko stunting dan kader kampung KB Kelurahan Lingkar Barat, Kota Bengkulu.
Baca Juga
Ekonom Citi Indonesia Ramal BI Rate Turun 25 Bps pada September 2024
Edi menjelaskan bahwa menu Dashat tidak harus mahal, namun harus bergizi. Dashat merupakan upaya pemenuhan gizi seimbang dengan memanfaatkan sumberdaya lokal.
Menurutnya, makanan yang memiliki nilai gizi seimbang dan mengandung nilai gizi esensial bagi tubuh meliputi vitamin, mineral, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, serat dan air.
"Agar masyarakat memahami makanan dengan memanfaatkan bahan lokal yang bergizi seimbang, perlu diawasi oleh ahli gizi makanan apa saja yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan balita," ujar Edi dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, (15/8/2024).
Baca Juga
Produk Lokal Sumbang 93% Transaksi Penjualan Platform Shopee
Dalam kesempatan yang sama, PKB Kelurahan Lingkar Barat, Kota Bengkulu Herlianti menyebutkan bahwa sosialisasi Dashat menyasar 30 peserta dari unsur KRS.
"Selain KRS, sosialisasi itu menyasar peserta kader Kampung KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan unsur OPD KB Kota Bengkulu dengan menghadirkan narasumber ahli gizi dan pengasuh PAUD," tutupnya.

