Kisah Pilu Maksim Tsigalko, Pemain Terbaik Championship Manager Gagal Total di Dunia Nyata
MINSK, investortrust.id – Penggemar Championship Manager pasti mengenal Maksim Tsigalko. Sosok asal Belarus itu adalah pemain terbaik yang pernah hadir di game online sepak bola. Levelnya sejajar dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di sepak bola dunia nyata.
Maksim Tsigalko, Maxim Tsigalko, Maksim Tsygalko, atau Maksim Tsyhalka adalah penyerang berbakat dari Minsk, Belarus. Untuk mendapatkanya, klub hanya perlu merogoh 900 ribu Poundsterling (Rp 18,2 miliar) dan dia akan mencetak minimal 50 gol per musim.
Setelah menjadi Lionel Messi virtual, wajah Maksim Tsigalko segera terpampang di berbagai pernak-pernik tidak resmi, termasuk delapan kaus berbeda yang menampilkan label "The Legend". Dulu dan sampai sekarang, Maksim Tsigalko masih menjadi nama yang dikenal di komunitas game.
Baca Juga
Kisah Pemain Legendaris Winning Eleven Roberto Larcos, Plesetan Dari Roberto Carlos
Fenomena Maksim Tsigalko di Championship Manager muncul saat Antonio Poutillo, yang bertugas memilih statistik pemain Belarus di Championship Manager, memberikan nilai tinggi kepada Maksim Tsigalko.
Semua itu terjadi karena pada usia 16 tahun, Maksim Tsigalko mencetak 17 gol dalam 27 pertandingan untuk tim Akademi Dynamo Minsk. Kemudian, setelah dipromosikan ke tim utama, penyerang berbakat itu mengantongi 24 gol dalam empat tahun yang relatif sukses di Liga Premier Belarus.
Berkat Antonio Poutillo itulah Maksim Tsigalko mendunia. Namanya terkenal di kalangan gamer. Dia digunakan oleh banyak orang, dan sukses besar. Dia layaknya Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Diego Maradona, atau Pele di dunia nyata.
Sayang, karier Maksim Tsigalko di dunia nyata tidak sehebat di game legendaris itu. Kariernya dirusak cedera. Dia kemudian mencoba peruntungannya di Kazakstan bersama FC Kaisar dan di Armenia dengan FC Banants. Tapi, gagal. Dia kemudian pensiun pada usia 26 tahun setelah lututnya retak.
Kehidupan mengenaskan setelah pensiun dari sepak bola
Jadi, apa yang terjadi setelah Maksim Tsigalko memutuskan gantung sepatu? Dalam wawancara dengan jurnalis Lefteris Danovasilis pada 2018, dia mengungkapkan tidak pernah tahu tentang statusnya di Championship Manager sampai seseorang memberitahunya beberapa tahun kemudian.
Maksim Tsigalko kemudian menjadi tukang banggunan. Dia juga berjuang melawan masalah kesehatan serius. “Tidak seorang pun memberi tahu saya tentang permainan itu, karena tidak ada yang tahu permainan itu di negara saya pada saat itu,” ujar Maksim Tsigalko, dilansir Sportbible.
“Saya tidak tahu permainan itu ada. Jadi, saya hanya tertawa. Kemudian, saya menyadari bahwa saya bisa mendapatkan banyak uang darinya. Tapi, itu sudah terlambat,” tambah Maksim Tsigalko.
Maksim Tsigalko menyebut saat berusia 23 tahun mengalami cedera serius. Lalu, pensiun dari sepak bola di usia 26 tahun. Dia mengaku mendapat uang dari sepak bola. Tapi, uang itu tidak cukup menopang hidupnya.
“Kemudian, saya mulai bekerja sebagai tukang bangunan dengan upah US$ 5 (Rp 80.000) per hari, dan naik US$ 20 (Rp 318.000) per hari. Saya benar-benar lelah berjuang. Punggung dan kaki saya tidak sanggup menahan pekerjaan yang berat dan saya mengalami masalah kesehatan serius,” ungkap Maksim Tsigalko.
Sayang, kesehatan Maksim Tsigalko terus memburuk setiap tahun. Pada 25 Desember 2020, tepat di Hari Natal, dia menghembuskan napas terakhir dalam usia 37 tahun. Dinamo Minsk mengunggah penghormatan kepada Maksim Tsigalko lewat sejumlah pesan menyentuh.
“Pada usia 37 tahun, jantung Maxim Tsigalko berhenti berdetak. Seorang lulusan Dynamo Minsk, yang bermain pada 2001-2004. Dia memainkan 65 pertandingan dan mencetak 28 gol. Juara Belarus, pemenang Piala Nasional bersama Dynamo. Kenangan abadi,” bunyi pernyataan Dynamo Minsk di hari kematian Maksim Tsigalko.
Baca Juga
Rumor Transfer, Striker Italia Mateo Retegui Gabung Atalanta Dari Genoa

