Kisah Pemain Legendaris Winning Eleven Roberto Larcos, Plesetan Dari Roberto Carlos
MADRID, investortrust.id – Jika anda memainkan PlayStation pada masa-masa awal, pasti tidak asing dengan sosok bernama Roberto Larcos. Pemain yang diambil dari plesetan Roberto Carlos itu biasanya digunakan sebagai penyerang tengah, meski posisinya wing back kiri.
Dulu, Winning Eleven menjadi game utama di PlayStation. Ini merupakan produk Konami dalam bahasa aslinya (Jepang) untuk Asia, termasuk Indonesia. Di Amerika, Konami merilis World Soccer Winning Eleven. Kini, semuanya dikenal dengan Pro Evolution Soccer (PES).
Uniknya, di Indonesia, permainan Winning Eleven yang populer adalah dalam versi Bahasa Jepang. Meski tidak paham maksudnya, anak-anak pada dekade 2000-an sangat menikmati permainannya.
Perbedaan bahasa tersebut memunculkan banyak fenomena lucu. Sejumlah kata atau kalimat menjadi legenda dan ikonik, yang dikenang hingga 20 tahun kemudian. Misalnya, shuuto (shoot), konakikis (corner kick), wan cu (one two), atau gor gor gor gor (gol gol gol gol).
Baca Juga
Rumor Transfer, Striker Italia Mateo Retegui Gabung Atalanta Dari Genoa
Tidak hanya bahasa, kelucuan juga muncul dari nama pemain. Akibat aturan hukum terkait hak komersial yang sangat ketat dan tidak mudah didapatkan dari FIFA, nama-nama asli pesepak bola yang ada di Winning Eleven terkadang diplesetkan.
Sebut saja Roberto Larcos (Roberto Carlos), Van Nistelroom (Ruud van Nistelrooy), Bekap (David Beckham), Ronarid (Ronaldo), Naldorinho (Ronaldinho), atau Calcoma (Eric Cantona). Dan, dari banyak nama plesetan itu, Roberto Larcos menjadi yang paling populer dan legendaris.
Berposisi sebagai bek kiri modern, Roberto Larcos memiliki kecepatan di atas rata-rata. Sepakan kaki kirinya sangat keras. Keterampilan teknik dan kekuatan fisik yang dimiliki juga nyaris sempurna.
Meski berposisi sebagai wing back kiri, banyak pemain Winning Eleven ketika itu yang mnjadikan Roberto Larcos striker tengah. Sebagai penyerang dunia maya, Roberto Larcos adalah hantu paling menakutkan di kota penalti. Dia bisa menendang dari luar maupun dalam kotak penalti dengan sangat keras. Cukup berikan bola kepada pria berkepala plontos itu, gol jadi jaminannya.
Apakah Roberto Larcos merupakan plesetan Roberto Carlos? Penciptanya memang mengakui Roberto Larcos sebagai Roberto Carlos. Konami harus mengubah nama Carlos karena urusan right image. Pasalnya, saat itu FIFA hanya memberikan lisensi kepada EA Sports, saingan Konami.
Meski dengan nama yang disamarkan, Konami tetap mengacu pada karier Roberto Carlos yang gemilang di lapangan bersama Real Madrid maupun Timnas Brasil.
Itu termasuk mengakui gol ikonik Roberto Carlos ke gawang Prancis pada Tournoi de France, turnamen pemanasan Piala Dunia 1998. Gol pisang Roberto Carlos yang menjebol jala Fabian Barthez dikenang hingga detik ini sebagai salah satu yang terbaik di sepak bola. Gol itu seperti melawan teori fisika.
Baca Juga
Nico Williams Belum Jelas, Barcelona Jadikan Federico Chiesa Alternatif

