Jalani Debut Pelatih Prancis Pengganti Didier Deschamps, Zinedine Zidane Antusias
Poin Penting
|
PARIS, investortrust.id – Zinedine Zidane akan menjalani debutnya sebagai pelatih Timnas Prancis saat menghadapi Turkiye dalam lanjutan UEFA Nations League, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. Lebih dari tiga dekade setelah pertama kali mengenakan seragam Les Bleus, Zizou mengaku emosinya justru terasa semakin besar ketika kini dipercaya memimpin tim nasional dari pinggir lapangan.
Zidane mendapat pertanyaan apakah pertandingan pertamanya sebagai pelatih Prancis akan memiliki arti emosional yang sama dengan debutnya sebagai pemain Les Bleus lebih dari 30 tahun lalu. Dengan senyum, legenda sepak bola Prancis itu memberikan jawaban tegas.
“Bahkan mungkin lebih besar. Saya merasakan emosi yang luar biasa ketika dipercaya memimpin tim Prancis ini,” kata Zidane dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Turkiye, dilansir ESPN.
Baca Juga
Kesempatan tersebut menjadi kenyataan setelah Zidane ditunjuk menggantikan Didier Deschamps seusai Piala Dunia 2026. Deschamps sebelumnya memimpin Prancis selama 14 tahun dan mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018, sebelum membawa Les Bleus kembali ke final pada 2022.
Kini, Zidane memiliki kesempatan untuk menorehkan sejarah dari posisi berbeda bersama tim yang pernah membesarkan namanya. Saat masih menjadi pemain, sosok yang akrab disapa Zizou itu menjadi salah satu figur utama dalam keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998.
Zidane mencetak dua gol melalui sundulan saat Prancis mengalahkan Brasil 3-0 pada final di Stade de France. Pada tahun yang sama, ia meraih penghargaan Ballon d'Or. Dua tahun berselang, Zidane kembali menjadi bagian penting ketika Prancis menjuarai Piala Eropa 2000.
Karier internasionalnya memang sudah menunjukkan tanda-tanda istimewa sejak awal. Pada 1994, Zidane mencetak dua gol indah ke gawang Republik Ceko setelah masuk sebagai pemain pengganti. Dari sana, namanya terus berkembang hingga kemudian meraih berbagai gelar bersama Juventus dan Real Madrid.
Di level klub, Zidane juga mencatat momen ikonik ketika mencetak gol voli spektakuler untuk membantu Real Madrid mengalahkan Bayer Leverkusen pada final Liga Champions 2002.
Ekspektasi terhadap Zidane sebagai pelatih Prancis pun sangat tinggi. Selain reputasinya sebagai pemain, ia memiliki catatan impresif ketika menangani Real Madrid dengan membawa klub tersebut menjuarai Liga Champions tiga musim berturut-turut.
Namun, Zidane menyadari bahwa peran sebagai pelatih tim nasional merupakan pengalaman baru yang menghadirkan tantangan berbeda. “Ini sesuatu yang baru. Saya sekarang mengambil alih sebagai pelatih kepala, sehingga orang-orang membicarakannya. Itu sesuatu yang wajar,” ujar Zidane.
Setelah menghadapi Turkiye, Prancis akan menjalani pertandingan tandang melawan Belgia pada Senin (28/9/2026). Les Bleus kemudian menghadapi Italia pada 2 Oktober dan kembali bertemu Belgia tiga hari kemudian. Dua pertandingan terakhir tersebut akan berlangsung di Stade de France.
Dalam laga debut Zidane, Kylian Mbappe dipastikan tetap menjadi kapten Prancis. Penyerang yang juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus itu sebelumnya sempat mengalami cedera ringan, tetapi kondisinya telah membaik.
Zidane juga mendapat pertanyaan mengenai alasan Mbappe tidak hadir dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan. Adrien Rabiot yang kemudian mewakili pemain untuk berbicara kepada media. “Yang diwajibkan adalah satu pemain dan pelatih. Mbappe baik-baik saja. Dia akan siap bermain besok,” tegas Zidane.
Baca Juga
Kabar Buruk dari Laga Jerman Lawan Belanda, Kai Hevertz Cedera
