Panas! Donald Trump Ingatkan Anggota FIFA Tidak Mengganti Gianni Infantino
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela Presiden FIFA Gianni Infantino di tengah sorotan terhadap rencana komersialisasi Piala Dunia yang menuai penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola. Dia memperingatkan anggota FIFA agar tidak mengganti Infantino.
Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak terpilih pertama kali pada 26 Februari 2016. Masa jabatan yang sedang dijalaninya akan berakhir pada 2027. Dia juga telah menyatakan keinginan untuk kembali mencalonkan diri agar dapat memimpin FIFA hingga 2031.
Namun, Infantino kini mendapatkan tantangan berat dari anggota FIFA. Sejumlah konfederasi seperti UEFA, Concacaf, hingga AFC telah menyampaikan kritik keras terhadap rencana Infantino terkait pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Baca Juga
Cek Videonya! Momen Bek Brasil Jacy Maranhao Terperosok ke Lubang Saat Selebrasi Gol
Itu merupakan perusahaan tersebut dirancang untuk menangani aspek komersial dan operasional turnamen FIFA. Salah satu gagasannya adalah menjual sekitar 20% kepemilikan perusahaan tersebut kepada investor swasta.
Namun, rencana itu memicu kekhawatiran karena dinilai tidak melalui konsultasi yang memadai dengan anggota FIFA. Tiga konfederasi tersebut bahkan menyebut proposal tersebut sebagai pelanggaran mendasar terhadap kepercayaan yang diberikan kepada FIFA.
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada komunitas sepak bola dunia, UEFA, Concacaf, dan AFC menilai proses pengajuan proposal berlangsung terlalu cepat dan berpotensi membatasi pengawasan dari asosiasi anggota.
"Sepak bola adalah gairah bersama terbesar di dunia. Sepak bola bukan milik individu maupun institusi mana pun. Sepak bola adalah milik para pemain, penggemar, klub, asosiasi anggota, dan setiap institusi yang dipercaya untuk menjaga masa depannya," isi surat tersebut.
Ketiga konfederasi juga meminta FIFA melakukan peninjauan independen terhadap rencana tersebut. Mereka menilai persoalannya bukan sekadar kesalahan prosedur, tapi menyangkut kepercayaan terhadap lembaga yang mengelola sepak bola dunia.
"Proposal yang diajukan dalam waktu yang sangat singkat, tanpa konsultasi yang berarti, dan didorong menuju tenggat waktu sebelum asosiasi anggota dapat meninjau ketentuannya dengan baik bukanlah hasil dari kelalaian pengawasan. Ini merupakan rancangan yang bertujuan membatasi pengawasan," lanjut surat tersebut.
Infantino sebelumnya telah meminta maaf atas rencana tersebut. Namun, permintaan maaf itu belum sepenuhnya meredakan penolakan dari sejumlah pihak.
US Soccer yang merupakan anggota Concacaf juga menyatakan dukungan terhadap sikap konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia tersebut. "US Soccer, Canada Soccer, CFU (Caribbean Football Union) dan UNCAF (Central American Football Union) berdiri bersama, dengan rekan-rekan kami di seluruh dunia, dalam menyerukan perubahan berarti yang memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas FIFA," kata US Soccer.
UEFA bahkan menyatakan pada pekan lalu bahwa asosiasi anggotanya masih memiliki kemungkinan memboikot kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, meski Infantino telah menyampaikan permintaan maaf atas gagasan tersebut.
Munculnya kecaman kepada Infantino ternyata membuat Donald Trump gerah. Presiden Negeri Paman Sam itu menyatakan FIFA akan melakukan kesalahan besar jika mengakhiri kepemimpinan pria asal Swiss tersebut.
Melalui unggahan di Truth Social pada Senin (10/8/2026) malam waktu setempat, Trump menyebut Infantino sebagai sosok penting di balik keberhasilan FIFA dan menilai organisasi sepak bola dunia itu tidak akan mencapai kesuksesan yang sama tanpa kepemimpinannya.
"FIFA akan melakukan kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino. Dia luar biasa, setelah baru saja memimpin Piala Dunia paling sukses, empat kali lipat, yang pernah diselenggarakan. Jika dia pergi, Piala Dunia tidak akan pernah sesukses atau menguntungkan seperti sekarang lagi! Terima kasih atas perhatian anda terhadap masalah ini. Presiden DJT," tulis Trump.
Baca Juga
Bukan Rumor Lagi, Pendiri Amazon Jeff Bezos Serius Incar 30% Saham Liverpool

