Keluarga Kerajaan Arab Saudi Turki Alalshikh Batalkan Akuisisi Derby County
Poin Penting
|
DERBY, investortrust.id – Rencana pengambilalihan Derby County oleh keluarga Kerajaan Arab Saudi Turki Alalshikh resmi batal setelah pihak investor memutuskan mundur dari proses pembelian klub Championship tersebut.
Kesepakatan melalui perusahaan Lion Sport sebelumnya hampir rampung setelah mendapat persetujuan dari English Football League (EFL) dan Independent Football Regulator (IFR). Namun, Derby menerima pemberitahuan pada Senin bahwa Alalshikh tidak lagi ingin melanjutkan rencana pembelian saham pengendali klub.
Derby kemudian menegaskan klub tidak lagi berada di pasar untuk dijual dan akan tetap beroperasi di bawah kepemilikan Clowes Developments.
Baca Juga
Jumpa Brasil di FIFA Matchday, India Terancam Batal Ikut FIFA ASEAN Cup
Alalshikh menyebut lamanya proses persetujuan IFR menjadi salah satu alasan utama dirinya membatalkan transaksi. Menurut dia, musim baru sudah dimulai sehingga waktu yang tersisa tidak cukup untuk mempersiapkan skuad maupun operasional klub sesuai rencana.
"Kami memahami bahwa proses IFR membutuhkan waktu dan kami sepenuhnya menghormati pentingnya proses tersebut. Namun, sayangnya, dengan musim yang sudah dimulai, hal itu membuat kami tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan tim atau klub menghadapi musim yang akan datang," tulis Alalshikh melalui media sosial X.
"Setelah mempertimbangkan dengan saksama, kami merasa tidak tepat untuk melanjutkan saat ini tanpa persiapan yang diperlukan. Namun, kami akan tetap berkomunikasi dengan klub dan melihat kemungkinan yang dapat dilakukan pada masa depan," lanjut Alalshikh.
Proses akuisisi tersebut telah berada dalam penilaian regulator sejak Mei. IFR mengatakan pemeriksaan terhadap calon pemilik klub memang menjadi kewajiban berdasarkan aturan sepak bola Inggris.
"IFR memiliki kewajiban berdasarkan undang-undang untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh calon pemilik klub di lima divisi teratas sepak bola putra," kata juru bicara IFR.
Proses tersebut selesai dalam 55 hari dari batas waktu 90 hari yang diberikan regulasi. IFR bahkan sebelumnya telah menyampaikan keputusan awal yang mengarah pada persetujuan sebelum musim 2026/2027 dimulai.
Pemeriksaan IFR mencakup kondisi keuangan calon pemilik, kecukupan sumber daya finansial, asal-usul kekayaan, serta aspek kejujuran dan integritas, termasuk pemeriksaan perkara pidana, putusan pengadilan, gugatan perdata, dan penyelidikan regulator.
Rencana masuknya Alalshikh ke Derby sebelumnya juga mendapat sorotan kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International. Mereka menilai investasi tersebut menjadi ujian penting bagi regulator sepak bola independen Inggris.
Alalshikh merupakan Ketua General Entertainment Authority Arab Saudi dan dikenal dekat dengan penguasa de facto negara tersebut, Mohammed bin Salman. Kelompok hak asasi manusia sebelumnya mengkritiknya terkait tudingan penggunaan olahraga untuk memperbaiki citra Arab Saudi atau sportswashing.
Sebelum mencoba mengambil alih Derby County, Alalshikh memiliki pengalaman di sepak bola. Dia pernah menjadi pemilik klub Mesir Pyramids pada 2018-2019 dan kemudian memiliki klub Spanyol Almeria sebelum menjualnya kepada kelompok investasi asal Arab Saudi pada Mei lalu.
Dengan batalnya transaksi tersebut, Derby County kini tetap berada di bawah Clowes Developments dan tidak lagi ditawarkan untuk dijual.
Baca Juga
Gempa Dahsyat di Kolombia Bikin Laga Copa Libertadores dan Copa Sudamericana Ditunda

