Turki-Indonesia Makin Mesra, Frigat Merah Putih Akan Diperkuat Sistem Senjata Dari Turki
Poin Penting
|
Jakarta, Investortrust.id – Tiga perusahaan pertahanan Turki akan memasok sistem utama kontrol peperangan dan persenjataan/Sensor, Weapon, and Command (Sewaco) untuk frigat Merah Putih Indonesia yang sedang dibangun oleh PT PAL di Surabaya. Dikutip dari Naval News, informasi ini dirilis pada pameran Indo Defense 2025, pertengahan Juni lalu. Ketiga perusahaan itu adalah Turki, Aselsan, Havelsan, dan Roketsan.
Sebelumnya telah diketahui bahwa Indonesia melalui Menhan RI pada tahun 2021, Prabowo Subianto membeli desain Arrowhead 140 dari biro desain Babcock Inggris, yang juga digunakan oleh frigat kelas Iver Huitfeldt dari Angkatan Laut Kerajaan Denmark. Berdasarkan desain Arrowhead 140 inilah PT PAL kemudian membangun frigat Merah Putih di galangan mereka di Surabaya, dengan pemotongan baja kapal utama pada tanggal 9 Desember 2022 dan pemasangan lunas pada tanggal 25 Agustus 2025.
Dari kontrak program tersebut diketahui sistem yang tersedia diklasifikasikan sebagai “Fitted For, But Not With” (FFBNW) dan “Main Contract Equipment.” Ini artinya Kemhan RI memiliki keleluasan dalam memilih sistem utama kontrol peperangan dan persenjataan dan tidak harus bergantung kepada satu pemasok saja. Lembar fakta program Frigat Merah Putih menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Turki dan Italia mendominasi daftar pasokan, dengan perusahaan-perusahaan Turki mengambil peran utama dalam integrasi sistem tempur.
Panca Indra Canggih Frigat Merah Putih dari Aselsan
Perusahaan sensor dan pengindraan Turki, Aselsan akan menjadi penyedia rangkaian sensor yang canggih dan komprehensif untuk frigat pertama TNI AL yang dibangun di dalam negeri ini. Sistem pengendus ini meliputi radar multifungsi Mete Han (juga dikenal sebagai CENK-350), radar CENK-200 (juga disebut sebagai MAR-D) untuk kendali helikopter, dan radar pengintai CENK-400 AESA, yang saat ini beroperasi di atas frigat kelas I milik Turki. Sistem ini membentuk inti dari kemampuan kewaspadaan situasional dan pengawasan udara kapal.
Tak hanya itu, Aselsan juga akan memasok sistem tautan data dan pengenalan musuh atau lawan/Identification Friend or Foe (IFF), sistem kendali tembakan AKREP-200 untuk rudal anti-kapal Atmaca, dan sonar FERSAH yang dipasang di lambung kapal untuk peperangan bawah air atau anti kapal selam. Torpedo dan sistem peluncurnya dipasok oleh Leonardo dari Italia. Perwakilan Aselsan mengonfirmasi bahwa tiga kontrak terkait sistem ini telah ditandatangani hingga saat ini. Pengiriman semua komponen direncanakan dalam jangka waktu 36 bulan.
Peran Havelsan dan Roketsan
Sementara itu Havelsan akan mengambil peran sebagai integrator sistem utama, memadukan berbagai sensor dan perangkat lunak menjadi satu Sistem Manajemen Tempur (CMS) ADVENT yang akan menjadi otak Frigat kelas Merah Putih. Sistem manajemen tempur ADVENT sebelumnya telah digunakan pada lebih dari 40 kapal perang Angkatan Laut Indonesia (TNI AL). Sistem ini dapat memperluas kapabilitas pertempuran dari setiap kapal perang TNI AL secara signifikan karena mengintegrasikan koneksi data dan dukungan tembakan dalam satu jaringan dari beberapa kapal perang.
Jika satu kapal TNI AL kehabisan amunisi namun dapat menjejak posisi kapal musuh, maka dengan Sistem Manajemen Tempur (CMS) ADVENT ini, kapal yang kehabisan amunisi tadi masih dapat melakukan tembakan dengan bantuan kapal lain yang bahkan tidak dapat melihat kapal musuh namun mendapatkan posisi target dengan data yang diberikan oleh kapal lain tanpa jeda.
Pemasangan ADVENT pada Frigat Merah Putih menjadi tonggak sejarah bagi Havelsan, karena ini akan menjadi pertama kalinya sistem tersebut diintegrasikan ke dalam lambung kapal yang dibangun berdasarkan desain dari Inggris.
Frigat Merah Putih akan mendapatkan peluru kendali dan amunisi hidup dari Roketsan yang menyediakan 64 sistem peluncur vertikal (VLS) MIDLAS untuk menampung rudal anti-kapal ATMACA sebagai senjata serang anti permukaan. Frigat Merah Putih akan menjadi yang pertama di dunia yang mengoperasikan ATMACA dari VLS MIDLAS. Sistem peluncur vertikal MIDLAS dapat digunakan untuk berbagai peluru kendali anti permukaan (SSM), peluru kendali anti udara jarak menengah dan jarak jauh, (ASM short and long range) yang semuanya dipasok oleh Roketsan.
Implikasi Bagi Inhan Dalam Negeri
Frigat kelas Merah Putih ini menjadi salah satu buah pikiran Menhan Prabowo Subianto kala itu yang menginginkan industri pertahanan dan strategis dalam negeri mendapatkan manfaat dari setiap pengadaan alutsista. Frigat Merah Putih ini adalah frigat pertama yang dibangun di dalam negeri meski desainnya berasal dari Inggris. Program ini memang dirancang untuk mengembangkan armada permukaan modern berdasarkan kerja sama internasional dan konstruksi dalam negeri.
Integrasi sistem senjata Turki pada platform yang dibangun PT PAL berdasarkan desain dari Inggris menghadirkan kesamaan operasional di sejumlah platform milik TNI AL. Selain itu kerjasama ini semakin mempererat hubungan pertahanan antara Turki dan Indonesia di mana Kemhan juga telah mengakuisisi jet tempur KAAN dan sejumlah drone dari Turki.
Di sisi lain, desain Arrowhead 140 sedang dikembangkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk frigat Kelas Type 31 dan Angkatan Laut Polandia (Kelas Miecznik), namun program Merah Putih akan terlihat berbeda karena penggabungan sistem dan arsitektur manajemen tempur dari Turki.
Frigat Merah Putih pada awalnya direncanakan akan diluncurkan pada bulan Juni 2025 namun berdasarkan rilis dari Kementerian Pertahanan pada Januari 2025, peluncuran frigat ini akan diundur pada Oktober 2025. Masyarakat Indonesia patut bangga dengan pencapaian ini karena menjadi tolok ukur kemandirian pembangunan sistem senjata dalam negeri, terutama senjata untuk Angkatan Laut. Jalesveva Jayamahe!

