Keras! UEFA Tolak Rencana FIFA Libatkan Investor dan Jual Saham Piala Dunia
Poin Penting
|
NYON, investortrust.id – Rencana FIFA membuka peluang investasi swasta dalam penyelenggaraan kompetisi, termasuk Piala Dunia, menuai gelombang penolakan. UEFA menilai langkah tersebut berpotensi mengubah sepak bola menjadi sekadar aset bisnis.
FIFA sebelumnya mengumumkan rencana membentuk anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang akan mengelola aktivitas komersial dan penyelenggaraan turnamen. Melalui perusahaan itu, FIFA ingin mengundang investor eksternal untuk memiliki kepemilikan minoritas tanpa hak kendali.
Badan sepak bola dunia itu menargetkan dana pengembangan sepak bola meningkat menjadi lebih dari US$10 miliar (Rp162 triliun). Sebagai bagian dari program tersebut, setiap asosiasi anggota FIFA berpeluang memperoleh pendanaan satu kali hingga US$20 juta (Rp324 miliar) untuk mendukung pengembangan sepak bola di negaranya.
Baca Juga
Claudio Ranieri Direktur Teknik, Roberto Mancini Kembali Jadi Pelatih Italia
Proposal tersebut masih harus mendapat persetujuan dari 211 asosiasi anggota FIFA. Jika disahkan, kelompok investor yang dipimpin perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat, Thrive Eternal, diproyeksikan menjadi mitra utama FFE.
Dalam penjelasannya, FIFA menegaskan pembentukan FFE tidak akan mengurangi kewenangan organisasi dalam mengatur sepak bola dunia. FIFA memastikan seluruh keputusan mengenai regulasi, kalender pertandingan internasional, hingga penyelenggaraan kompetisi tetap berada di bawah kendalinya.
"Sebagian dunia sepak bola telah mengubah popularitas olahraga ini menjadi nilai komersial yang luar biasa. Kami menyambut keberhasilan itu dan ingin keberhasilan tersebut terus berlanjut karena membawa manfaat bagi sepak bola secara keseluruhan," ujar Presiden FIFA Gianni Infantino, dilansir BBC Sport.
"Tugas kami adalah memastikan seluruh ekosistem sepak bola ikut berkembang. FIFA hadir untuk mendukung pembangunan sepak bola yang berkelanjutan dan inklusif di setiap penjuru dunia," tambah Gianni Infantino.
Namun, UEFA menilai rencana tersebut telah melewati batas yang seharusnya dijaga oleh lembaga pengelola sepak bola. "Ini telah melewati batas yang tidak boleh dilanggar oleh FIFA,” bunyi pernyataan resmi UEFA.
UEFA juga mempertanyakan transparansi proyek tersebut, terutama mengenai pihak-pihak yang nantinya akan memperoleh keuntungan finansial. "Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperjualbelikan. Apalagi, tanpa transparansi mengenai siapa yang akan memperoleh keuntungan. Tidak seorang pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual,” lanjut UEFA.
Baca Juga
Puncaki Klasemen Grup A, Pelatih Singapura Gavin Lee Fokus Vietnam dan Indonesia
