Kisah Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 Pernah Ditangkap Polisi Kasus Prostitusi dan Narkoba
Poin Penting
|
EAST RUTHERFORD, investortrust.id – Keputusan FIFA menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, sebagai pengadil laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, menuai kontroversi. Enam tahun lalu, dia pernah terlibat kasus kriminal.
Penunjukan tersebut menjadi puncak karier pria berusia 46 tahun itu setelah lebih dari satu dekade berkiprah di level internasional. Vincic akan dibantu dua kompatriotnya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, sebagai asisten wasit. Sementara Adham Makhadmeh sebagai wasit keempat dan Mohammad Alkala sebagai wasit cadangan. Keduanya dari Yordania.
Bagi Vincic, memimpin partai puncak Piala Dunia merupakan pencapaian yang selama ini hanya ada dalam mimpinya. "Awalnya saya sangat terkejut, lalu merasa sangat bahagia. Saya bahkan gemetar. Ini adalah kehormatan yang luar biasa. Memimpin final Piala Dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi seorang wasit," ujar Vincic, di situs resmi FIFA.
Baca Juga
Full Squad, Raja Felipe VI Pimpin Delagasi Kerajaan Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Vincic bukan wasit sembarangan. Dia telah mengantongi lisensi FIFA sejak 2010 dan memiliki pengalaman memimpin sejumlah pertandingan bergengsi. Dia dipercaya menjadi wasit final Liga Europa 2021/2022 saat Eintracht Frankfurt menghadapi Glasgow Rangers, sebelum kemudian memimpin final Liga Champions 2023/2024 antara Real Madrid dan Borussia Dortmund.
Final Spanyol kontra Argentina akan menjadi pertandingan keenam Vincic di putaran final Piala Dunia sepanjang kariernya. Pada edisi 2026, dia telah memimpin tiga pertandingan sejak fase grup dan dinilai tampil konsisten hingga akhirnya mendapat kepercayaan memimpin laga penentuan juara.
Salah satu ciri khas Vincic adalah gaya memimpin pertandingan yang tegas, tapi tetap komunikatif. Dia dikenal kerap mengajak kapten kedua tim berdiskusi sebelum mengambil keputusan penting di lapangan.
Satu hal yang ditakuti pemain saat Vincic bertugas adalah kartu kuning. Berdasarkan statistik sepanjang karier internasionalnya, Vincic rata-rata mengeluarkan 4,09 kartu kuning di setiap pertandingan. Sementara kartu merah hanya 0,009 per laga.
Selain itu, Vincic adalah wasit yang pada Piaala Dunia 2022 mempimpin pertandingan Argentina melawan Arab Saudi. Saat itu, La Albiceleste secara mengejutkan menyerah dari wakil Asia, meski di akhir turnamen sukses menyabet trofi.
Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan pemilihan perangkat pertandingan final dilakukan melalui proses evaluasi panjang sejak awal turnamen. "Penunjukan ini merupakan hasil penilaian yang dilakukan sejak fase grup hingga menjelang final. Performa di setiap pertandingan menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang layak memimpin laga terbesar di Piala Dunia," katanya.
Namun, penunjukan Vincic sebagai wasit final Piala Dunia 2026 kembali mengingatkan publik pada peristiwa yang sempat mengguncang kariernya enam tahun lalu. Dia pernah ditangkap polisi dalam sebuah penggerebekan kasus prostitusi dan narkoba di Bosnia-Herzegovina.
Insiden itu terjadi pada Mei 2020 di sebuah kota Bernama Bijeljina. Vincic mengaku datang ke lokasi setelah menerima undangan makan siang untuk membahas urusan bisnis.
Namun, tanpa diduga, tempat tersebut digerebek aparat kepolisian yang sedang memburu jaringan prostitusi internasional. Dalam operasi itu, polisi menangkap puluhan orang, termasuk Tijana Maksimovic yang kemudian ditetapkan sebagai otak jaringan prostitusi.
Saat operasi berlangsung, aparat mengamankan 26 pria dan sembilan perempuan. Polisi juga menyita empat paket kokain, 10 pucuk pistol, tiga rompi antipeluru, serta uang tunai lebih dari €10.000 (Rp190 juta) dalam berbagai mata uang.
Meski ikut dibawa ke kantor polisi, Vincic tidak pernah berstatus tersangka. Dia hanya dimintai keterangan sebagai saksi sebelum akhirnya dipulangkan karena penyidik tidak menemukan bukti keterlibatannya dalam jaringan tersebut.
Kepada media Slovenia, Vecer, Vincic ketika itu menegaskan dirinya sama sekali tidak mengenal orang-orang yang menjadi target operasi. "Saya berada di tempat itu secara kebetulan. Saya memiliki perusahaan sendiri dan sedang berada di Bosnia untuk urusan bisnis. Saya menerima undangan makan siang, dan ternyata itu menjadi kesalahan terbesar saya," kata Vincic.
Vincic menjelaskan, polisi tiba-tiba datang saat dirinya sedang makan bersama rekan bisnis. "Kami dibawa ke kantor polisi sebagai saksi. Setelah terbukti kami tidak mengenal orang-orang yang ditangkap, kami diperbolehkan pulang," ujarnya.
Asosiasi Wasit Sepak Bola Slovenia juga memberikan pembelaan terhadap Vincic. Ketua asosiasi, Vlado Sajn, menegaskan tidak ada proses hukum yang pernah dijalankan terhadap wasit berusia 46 tahun tersebut.
Menurut Sajn, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, termasuk keterangan langsung dari Vincic, dia hanya berada di lokasi pada waktu yang tidak tepat dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan jaringan kriminal yang sedang diburu polisi.
Baca Juga
Takhayul? Alasan Unik Presiden Argentina Javier Milei Tak Hadiri Final Piala Dunia 2026
