Berpengalaman di Jerez, Toprak Razgatlioglu Janjikan Balapan Menarik di MotoGP Spanyol
Poin Penting
|
JEREZ, investortrust.id – Pembalap Pramac Yamaha Toprak Razgatlioglu menilai kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci utama saat menghadapi seri MotoGP Spanyol di Jerez, 26 April 2026. Dia memprediksi tantangan besar menantinya, meski baru saja meraih poin perdananya di MotoGP musim ini.
Razgatlioglu sebelumnya finish ke-15 di seri Circuit of the Americas (COTA), sekaligus menjadi pembalap Yamaha terbaik. Tapi, dia menilai hasil tersebut belum cukup memuaskan, mengingat performa motor Yamaha YZR-M1 masih tertinggal jauh dari para pesaing.
Berbeda dengan beberapa seri sebelumnya seperti Buriram, Goiania, dan COTA, balapan di Jerez akan menjadi yang pertama musim ini karena Razgatlioglu memiliki pengalaman terbaru dari World Superbike Championship. Bahkan, juara bertahan WorldSBK itu sempat menjalani tes privat MotoGP bersama Yamaha di sirkuit tersebut pada pertengahan Maret 2026.
Baca Juga
Pembalap Red Bull KTM Pedro Acosta Tak Sabar Gunakan Motor 850cc di MotoGP
Berbeda dengan trek lurus panjang di COTA yang mencapai 1,2 km, Sirkuit Jerez hanya memiliki lintasan lurus sekitar 600 meter. Karakter ini diharapkan sedikit membantu motor Yamaha yang selama ini kalah dalam hal tenaga.
Menariknya, Jerez juga menjadi tempat Razgatlioglu mengunci gelar juara WorldSBK 2025 pada seri penutup. Sesi latihan bebas MotoGP Spanyol dijadwalkan dimulai Jumat (24/4/2026), sebelum dilanjutkan dengan tes resmi pertengahan musim pada Senin berikutnya.
Dan, sesi uji coba itu justru menegaskan bahwa dia masih perlu banyak penyesuaian, terutama dalam gaya balap di lintasan yang sempit dan teknis seperti Jerez. “Kita lihat nanti di Jerez, karena Jerez sangat sulit,” ujar Razgatlioglu, dikutip Crash.net.
“Saya memang sudah mencoba motor MotoGP di sana, tapi gaya balapnya benar-benar berbeda dibanding Superbike. Di MotoGP, kamu harus lebih menjaga kecepatan saat berada di dalam tikungan,” tambah Razgatlioglu.
Razgatlioglu mengakui masih membawa kebiasaan dari WorldSBK saat tes tersebut, sehingga adaptasi menjadi pekerjaan utama menjelang akhir pekan balapan. “Kita lihat pada Jumat saat latihan. Saya harap bisa cepat beradaptasi, karena saat tes saya masih menggunakan gaya Superbike,” lanjutnya.
Razgatlioglu juga menyinggung perkembangan Yamaha yang terus berupaya meningkatkan performa, meski dia belum bisa memastikan kapan hasil signifikan akan terlihat. “Yamaha terus bekerja keras untuk berkembang. Mungkin di pertengahan musim, mungkin di akhir musim, atau bahkan tahun depan. Kita lihat saja nanti,” katanya.
Di COTA, Razgatlioglu sempat menyalip Fabio Quartararo untuk mengamankan posisi terakhir peraih poin. Tapi, seluruh pembalap Yamaha tetap berada di barisan belakang dan tertinggal lebih dari 25 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi.
“Saya memang finish di depan Quartararo, tapi kami tetap bersama di belakang. Ini tidak menyenangkan karena Yamaha berada di posisi belakang,” ujar Razgatlioglu.
“Memang saya pembalap Yamaha terbaik di balapan itu, tapi kami tertinggal 25 detik. Itu sebabnya saya tidak puas. Satu poin memang bagus, tapi belum cukup jika melihat keseluruhan performa Yamaha,” tutup Razgatlioglu.
Baca Juga
Pembalap Aprilia Jorge Martin Senang Ada Jeda MotoGP Hampir Sebulan

