Alasan Unik Toprak Razgatlioglu Tak Pakai Sayap Belakang Saat Tes MotoGP Sepang
Poin Penting
|
KUALA LUMPUR, invetortrust.id – Toprak Razgatlioglu langsung mencuri perhatian pada hari pertama tes resmi MotoGP di Sepang. Rookie MotoGP itu turun dengan Yamaha M1 tanpa menggunakan sayap belakang (rear wings), sesuatu yang kini jarang terlihat di grid MotoGP modern.
Juara World Superbike tiga kali tersebut menjalani musim debutnya di MotoGP setelah meneken kontrak multi-tahun bersama Pramac Yamaha. Sebelumnya, Toprak sudah menjajal motor Yamaha, termasuk mesin V4, dalam tes privat akhir tahun lalu, lalu tampil publik pertama kali di Valencia pada November.
Yamaha sendiri membawa paket aerodinamika baru yang cukup agresif di Sepang. Namun, meski salah satu motor Toprak terlihat menggunakan fairing depan terbaru, Yamaha M1 yang ia kendarai tampak “polos” di bagian belakang tanpa winglet.
Baca Juga
Siapa Saja Mereka? Valentino Rossi dkk Latihan di Mandalika Sebelum Menuju Sepang
Padahal, sayap belakang telah menjadi standar sejak pertama kali diperkenalkan Ducati pada GP Inggris 2022, dengan tujuan menambah downforce pada ban belakang. Sejak itu, seluruh pabrikan mengembangkan desain serupa hingga regulasi aerodinamika mencapai fase paling ekstrem di musim terakhir aturan saat ini.
Lantas, apa alasannya? Toprak Razgatlioglu terpaksa melepas sayap belakang karena faktor regulasi yang berkaitan dengan postur tubuhnya. Dengan tinggi badan 185 cm, pembalap asal Turkiye itu menjadi rider tertinggi di grid MotoGP saat ini. Penyesuaian setelan motor Yamaha agar sesuai dengan postur Toprak membuat penggunaan sayap belakang berisiko melanggar batas tinggi yang ditetapkan regulasi.
Dalam buku aturan FIM MotoGP, Pasal 2.4.4.7, dijelaskan bahwa unit jok motor tidak boleh melebihi tinggi maksimum 150 mm pada bagian vertikal di belakang posisi duduk pembalap, termasuk semua tonjolan atau aksesori tambahan, kecuali kamera atau antena onboard.
Jika Yamaha tetap memasang rear wings pada motor Toprak dengan setelan saat ini, maka tinggi motor berpotensi melampaui batas yang diizinkan.
Menariknya, Toprak sebenarnya sempat menggunakan sayap belakang pada tes awal musim dingin lalu. Saat itu, Yamaha masih mencari posisi duduk ideal untuknya, dan pelanggaran dimensi tidak dikenai sanksi karena sesi tersebut bersifat pengujian.
Sebagai perbandingan, Luca Marini yang memiliki tinggi hampir sama (184 cm) tetap menggunakan sayap belakang di Honda. Artinya, Yamaha masih memiliki peluang menemukan solusi teknis agar Toprak bisa kembali memakai winglet tanpa melanggar regulasi seiring berjalannya musim.
Baca Juga
Pembalap KTM Pedro Acosta Sebut Marc Marquez Calon Juara MotoGP 2026

