BlackRock Naikkan Rekomendasi Saham AS, Risiko Perang Iran Dinilai ‘Terkendali’
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Raksasa manajemen aset global, BlackRock, menaikkan prospek saham Amerika Serikat dengan alasan bahwa dampak perang Iran relatif terkendali dan kinerja laba perusahaan tetap solid.
Baca Juga
Dalam catatan pasar mingguan, dikutip dari CNBC Selasa (14/4/2026), perusahaan yang mengelola aset sekitar $14 triliun tersebut meningkatkan peringkat saham AS dari “netral” menjadi “overweight”, menandakan rekomendasi untuk meningkatkan alokasi investasi.
Sebelumnya, eskalasi konflik di Timur Tengah sempat membuat BlackRock bersikap hati-hati. Namun, perkembangan terbaru—terutama peluang gencatan senjata yang lebih berkelanjutan—mendorong perubahan sikap para analisnya.
BlackRock menyebut dua indikator utama yang menjadi dasar peningkatan risiko investasi. Pertama, adanya bukti nyata pembukaan kembali arus perdagangan melalui Selat Hormuz. Kedua, kejelasan bahwa dampak makroekonomi dari konflik tetap terbatas.
“Kami melihat dua tanda yang akan mengarahkan kami untuk meningkatkan kembali risiko setelah menurunkannya beberapa minggu yang lalu. Pertama, tindakan yang akan membuka kembali arus melalui Selat Hormuz. Dan kedua, visibilitas tentang dampak makro yang masih ada yang terkendali,” sebut perusahaan itu.
Baca Juga
Wall Street Menguat, Investor Berharap Gencatan Senjata AS-Iran Dapat Bertahan
Selain itu, ekspektasi laba perusahaan juga terus meningkat. Perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba sebesar 12,6% pada kuartal pertama, bahkan berpotensi mencapai 19% jika tren historis terlampaui.
Sektor teknologi menjadi sorotan utama, dengan proyeksi pertumbuhan laba mencapai 45% sepanjang tahun ini. Namun, kinerja harga saham sektor tersebut masih relatif tertinggal, sehingga valuasinya kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2020 dibandingkan sektor lain.
BlackRock juga menilai probabilitas kembalinya konflik terbuka antara AS dan Iran cukup rendah, sehingga risiko terhadap pasar global semakin terbatas.
Dalam strategi portofolionya, BlackRock tetap menempatkan saham AS dan pasar negara berkembang sebagai dua wilayah dengan rekomendasi overweight, dengan fokus pada margin laba dan peluang tematik seperti sektor pertahanan.

