Bursa Eropa Naik Tipis, Saham Pertahanan Anjlok di Tengah Prospek Perdamaian Ukraina-Rusia
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup menguat pada Jumat (10/4/2026). Investor menimbang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran meski rapuh, serta peluang tercapainya kesepakatan damai dalam konflik Ukraina-Rusia.
Baca Juga
Bursa Eropa Meroket Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Saham Travel Melonjak 7%
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri perdagangan naik 0,4%, dengan hampir seluruh sektor dan bursa utama berada di zona hijau. Sentimen positif ini didorong oleh harapan meredanya ketegangan geopolitik global yang selama ini membebani pasar.
Namun, reli tersebut tidak dinikmati oleh sektor pertahanan. Saham perusahaan militer Eropa justru anjlok tajam setelah muncul sinyal bahwa konflik Ukraina-Rusia berpotensi mendekati resolusi.
Perusahaan persenjataan terbesar Jerman, Rheinmetall, merosot 5,9%. Produsen tank Renk turun 3,9%, sementara Hensoldt—spesialis teknologi militer—juga melemah 5,9%. Saham Saab dari Swedia turun 2,2%, dan BAE Systems asal Inggris terkoreksi 3,3%.
Tekanan pada sektor ini muncul setelah Kyrylo Budanov, negosiator senior Ukraina, menyatakan optimisme bahwa perundingan dengan Rusia semakin mendekati titik penyelesaian.
Di sisi lain, dinamika geopolitik Timur Tengah juga tetap menjadi perhatian. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan untuk segera bernegosiasi dengan Lebanon, meskipun Iran menilai serangan Israel masih melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pasar Asia sebelumnya ditutup menguat, dipimpin oleh Korea Selatan dan Jepang. Pemerintah Jepang bahkan mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak untuk meredam tekanan harga energi.
Baca Juga
Sementara itu, inflasi di Jerman meningkat menjadi 2,8% pada Maret, dipicu lonjakan harga energi akibat konflik Iran. Kondisi serupa juga terjadi di Amerika Serikat, di mana inflasi tahunan mencapai 3,3%.

