Bagikan

Pesawat Radar AS AWACS Seharga 5.960 Unit Alphard Terbaru Hancur Dirudal Iran, Ini Detilnya

Poin Penting

Citra satelit tunjukkan kerusakan parah di Prince Sultan Air Base Arab Saudi pasca-serangan drone dan rudal Iran.
Pesawat peringatan dini E-3 Sentry AWACS milik AS dilaporkan hancur total dengan kerugian mencapai Rp10,14 triliun.
Selain kerugian material pesawat canggih, 10 personel militer Amerika Serikat dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

JAKARTA, Investortrust.id - Informasi mengenai sejauh mana dampak serangan Iran terhadap pangkalan Prince Sultan Air Base di Arab Saudi pada 27 Maret 2026 lalu sedikit demi sedikit mulai terungkap. Sebelumnya dilaporkan bahwa beberapa pesawat militer Amerika Serikat mengalami kerusakan.

Di luar jumlah korban personel militer AS, yang tercatat sebanyak 10 orang terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, media yang secara spesifik mengulas mengenai jalannya peperangan The War Zone atau TWZ.com mengungkap bahwa kerugian yang cukup material dialami oleh Amerika Serikat dalam serangan di Prince Sultan Air Base.

TWZ menyebutkan bahwa sebuah citra satelit komersial resolusi tinggi dari kawasan Timur Tengah yang nota bene milik perusahaan AS, masih sulit untuk dijadikan sumber visual yang bisa menggambarkan kondisi Prince Sultan Air Base. Namun citra satelit asing diklaim berhasil menunjukkan kerusakan besar di apron utama pangkalan tersebut.

Foto baru yang menunjukkan pesawat E-3 Sentry AWACS milik Angkatan Udara AS hancur dalam serangan Iran di Prince Sultan Air Base pada hari Jumat (27/3/2026). Foto tersebut cocok dengan pesawat bernomor seri **81-0005**, sebuah E-3C yang terlihat dikerahkan ke pangkalan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Foto: X @OSINTtechnology

Dari penampakan visual citra satelit, foto-foto dari permukaan darat tampaknya menunjukkan salah satu pesawat andalan Angkatan Udara AS, yaitu E-3 Sentry AWACS, hancur total.

Bahkan TWZ mengunggah gambar-gambar hancurnya E-3 Sentry AWACS, yang terlihat tak lagi bisa diperbaiki. Diakui TWZ.com, gambar-gambar tersebut pertama kali diposting di halaman Facebook Air Force amn/nco/snco dan sejak itu menyebar di media sosial.

Akun @OSINTtechnical pun mengunggah foto yang sama. Setidaknya tiga foto yang berbeda angle diunggah, sehingga TWZ berani menyimpulkan bahwa foto-foto berbeda angle tersebut autentik.

Baca Juga

AS Siap Gelar Serangan Darat di Iran, Pasukan Mulai Dekati Teluk Persia

Foto-foto itu menunjukkan bagian belakang badan pesawat (fuselage) E-3 dengan nomor seri #81-0005 terbakar habis dan hancur. Puing-puing terlihat berserakan di sekitar pesawat.

Perlu dicatat bahwa serangan langsung memang mungkin terjadi, tetapi tidak selalu diperlukan untuk menghancurkan pesawat. Serpihan (shrapnel) dari ledakan di dekatnya saja bisa menyebabkan kerusakan parah, terutama jika memicu kebakaran. Serangan tersebut dilaporkan disebabkan oleh serangan drone satu arah jarak jauh serta rudal balistik.

Sekadar informasi saja, mengutip www.af.mil, E-3 Sentry AWACS adalah pesawat airborne warning and control system (AWACS), yaitu sistem peringatan dini dan kendali di udara, dengan platform terintegrasi untuk manajemen pertempuran dan komando-kontrol (C2BM), pengawasan, deteksi target, dan pelacakan.

Foto baru yang menunjukkan pesawat E-3 Sentry AWACS milik Angkatan Udara AS hancur dalam serangan Iran di Prince Sultan Air Base pada hari Jumat (27/3/2026). Foto tersebut cocok dengan pesawat bernomor seri **81-0005**, sebuah E-3C yang terlihat dikerahkan ke pangkalan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Foto: X @OSINTtechnology

Pesawat ini mampu memberikan gambaran medan pertempuran secara akurat dan real-time kepada Joint Air Operations Center. AWACS menyediakan kesadaran situasional terhadap aktivitas kawan, netral, dan musuh; komando dan kendali atas wilayah operasi; manajemen pertempuran pasukan teater; pengawasan seluruh ketinggian dan segala kondisi cuaca; serta peringatan dini terhadap tindakan musuh dalam operasi gabungan, sekutu, dan koalisi.

Secara spek, E-3 Sentry adalah pesawat komersial Boeing 707/320 yang telah dimodifikasi dengan kubah radar berputar di atasnya. Kubah ini berdiameter 9,1 meter, tebal 1,8 meter, dan dipasang setinggi 3,33 meter di atas badan pesawat dengan dua penyangga.

Di dalamnya terdapat sistem radar yang memungkinkan pengawasan dari permukaan bumi hingga ke stratosfer, baik di darat maupun di laut. Radar ini memiliki jangkauan lebih dari 375,5 km. Luar biasa kan.

Radar tersebut, dikombinasikan dengan sistem Identification Friend or Foe (IFF), mampu mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak pesawat kawan maupun musuh yang terbang rendah dengan menghilangkan gangguan pantulan dari permukaan tanah yang biasanya membingungkan radar lain.

Sebagaimana isu utama dalam perang AS/Israel versus Iran yang menggambarkan perang asimetris, perlengkapan perang yang hancur ini jelas bukan barang murah. Harganya awalnya saja di tahun 1998 jika melansir www.af.mil, adalah senilai US$ 270 juta per unitnya. Atau jika menggunakan kurs rupiah hari ini yang sebesar Rp 16.900 per dolar AS, maka harga E-3 Sentry AWACS adalah Rp4,56 triliun.

Foto baru yang menunjukkan pesawat E-3 Sentry AWACS milik Angkatan Udara AS hancur dalam serangan Iran di Prince Sultan Air Base pada hari Jumat (27/3/2026). Foto tersebut cocok dengan pesawat bernomor seri **81-0005**, sebuah E-3C yang terlihat dikerahkan ke pangkalan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Foto: X @OSINTtechnology

Namun website yang sama juga menyebut bahwa harga saat ini bisa mencapai angka dua kali lipatnya, tergantung pada up grade kelengkapan militer di pesawat. Harga berkisar antara US$ 300 juta hingga yang terlengkap bisa mencapai US$ 600 juta. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 10,14 triliun.

Artinya, harga satu unit E-3 Sentry AWACS ini bisa digunakan untuk membeli kurang lebih 5.960 unit model premium MPV Alphard varian 2.5 G dan 2.5 HEV (Hybrid). Dahsyat ya.

Namun demikian TWZ memberikan disclaimer, bahwa keaslian gambar-gambar ini belum dapat dikonfirmasi saat ini. Akan tetapi TWZ menyebut gambar tampak autentik. “Penilaian ini bisa berubah dan akan diperbarui jika ada perkembangan baru,” demikian disampaikan TWZ.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024