Menegangkan, Pesawat Militer China Arahkan Radar ke Jet Tempur Jepang
Poin Penting
• Jet tempur J-15 Tiongkok dua kali mengunci radar ke F-15 Jepang di tenggara Okinawa.
• Jepang melayangkan protes keras dan menyebut tindakan Tiongkok sangat berbahaya.
• Beijing membantah dan menuduh SDF Jepang mendekati zona latihan militernya.
• Insiden terjadi di tengah memanasnya hubungan bilateral terkait isu Taiwan dan keamanan regional.
TOKYO, investortrust.id – Insiden berbahaya mewarnai ketegangan hubungan China-Jepang. Pesawat militer Tiongkok J-15 dilaporkan mengarahkan radar ke jet tempur Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) di tenggara Pulau Utama Okinawa. Hal ini mengundang protes keras dari Kementerian Pertahanan Jepang.
Baca Juga
China-Jepang Memanas, Beijing Kecam Pernyataan ‘Provokatif’ PM Takaichi soal Taiwan
Di sisi lain, Angkatan Laut Tiongkok pada Minggu (7/12/2025) menyebutkan bahwa pesawat SDF Jepang “berulang kali mendekati dan mengganggu” wilayah latihan maritim dan ruang udara angkatan laut Tiongkok, meskipun tidak menyebutkan adanya penguncian radar.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, pesawat J-15 dari kapal induk Liaoning secara berkala mengunci radar ke pesawat F-15 Jepang dalam dua kesempatan — sekitar pukul 16:32 dan kembali pada pukul 18:37. Konfirmasi visual tidak memungkinkan karena pesawat Jepang menjaga jarak dari pesawat Tiongkok.
“Ini sangat disesalkan. Jepang telah mengajukan protes keras kepada pihak Tiongkok, dan kami dengan tegas meminta tindakan pencegahan agar tidak terulang kembali. Kami akan merespons secara tenang namun tegas,” beber Perdana Menteri Takaichi Sanae kepada wartawan di Wajima, Prefektur Ishikawa, pada Minggu, seperti dikutip Kyodo News.
Ia menambahkan bahwa Jepang akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk memperkuat pengawasan maritim dan ruang udara serta memantau secara dekat aktivitas militer Tiongkok.
“Mereka melakukan tindakan berbahaya. Itu melampaui apa yang diperlukan bagi keamanan penerbangan,” ujar Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi dalam konferensi pers mendadak pada dini hari Minggu.
Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Takehiro Funakoshi, memanggil Duta Besar Tiongkok Wu Jianghao ke Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo dan menyampaikan “protes keras” atas tindakan “berbahaya” tersebut.
Ini merupakan pertama kalinya Kementerian Pertahanan Jepang mengungkap insiden semacam itu. Tidak ada kerusakan pada pesawat SDF maupun awaknya.
Membahayakan
Angkatan Laut Tiongkok dalam pernyataannya menegaskan bahwa pesawat SDF “sangat membahayakan keselamatan penerbangan” dengan berulang kali mendekati zona latihan mereka.
Kementerian Pertahanan Tiongkok menyatakan “ketidakpuasan kuat dan penolakan tegas terhadap provokasi Jepang serta penggiringan opini publik yang salah.”
Menurut seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang, niat Tiongkok tidak jelas. Jika maksudnya untuk menemukan (pesawat), tidak perlu dilakukan secara berkala. Radar jet tempur dirancang untuk mencari area sekitar dan mengumpulkan data seperti jarak dan kecepatan target untuk sistem kendali tembak.
Berdasarkan jarak antar pesawat yang dikonfirmasi kementerian, pihak Jepang menyatakan tidak melakukan tindakan yang bisa dianggap sebagai provokasi.
Sengketa bilateral kembali memanas sejak Takaichi mengatakan dalam jawaban parlemen pada 7 November bahwa serangan militer terhadap Taiwan dapat menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” bagi Jepang, memicu kritik keras dari Beijing.
Tiongkok menafsirkan pernyataan itu sebagai indikasi bahwa Jepang dapat mengizinkan SDF bertindak mendukung Amerika Serikat jika Tiongkok memberlakukan blokade maritim terhadap Taiwan atau melakukan bentuk tekanan lain.
Baca Juga
Okinawa berada dekat Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang dianggap Beijing sebagai provinsi pembangkang yang harus dipersatukan kembali, dengan kekuatan bila perlu. Tiongkok bersikeras bahwa isu Taiwan sepenuhnya merupakan “urusan internal.”
Pada Sabtu, Angkatan Laut Tiongkok melakukan latihan penerbangan di Samudra Pasifik dari kapal Liaoning setelah kapal itu melewati pulau utama Prefektur Okinawa dan Pulau Miyako di selatan Jepang.
SDF mengerahkan pesawat, menilai bahwa pesawat Tiongkok bisa mendekati wilayah udara Jepang.
“Ini kemungkinan tindakan pelecehan dari perspektif politik ketimbang militer,” kata seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Jepang. Seorang pilot SDF menambahkan bahwa jika pesawat Tiongkok bermaksud menembakkan rudal, mereka tidak akan mengunci radar dari jarak sejauh itu.
Pada 2013, sebuah kapal Angkatan Laut Tiongkok mengunci radar ke kapal Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. Ketika itu hubungan kedua negara memanas setelah Jepang menempatkan Kepulauan Senkaku di Laut China Timur - yang diklaim Tiongkok - di bawah kendali negara.

