AS Siap Gelar Serangan Darat di Iran, Pasukan Mulai Dekati Teluk Persia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Amerika Serikat disebutkan tengah bersiap menggelar operasi serangan darat di Iran. Seperti dilaporkan Washington Post, Minggu (29/3/2026), Pentagon telah menyiapkan rencana serangan darat di Iran selama berminggu-minggu, di tengah langkah pengeahan ribuan tentara AS ke Timur Tengah, menunggu keputusan dari Presiden Donald Trump.
Para pejabat mengatakan rencana tersebut dapat menandai “fase baru dari perang” yang bisa jadi “jauh lebih membahayakan” pasukan AS dibandingkan empat pekan pertama pertempuran, demikian laporan Wahington Post yang dikutip TRTWorld.
Disebutkan pula bahwa misi serangan darat ini tidak akan sampai pada tingkat invasi penuh seperti yang pernah AS lakukan di Irak lewat Dessert Storm di tahun 1990 an. Serangan darat ini nantinya bisa saja hanya melibatkan serangan oleh pasukan khusus serta infanteri konvensional, demikian kata para pejabat pertahanan yang dikutip secara anonim.
Namun demikian tingkat risiko yang dihadapi tentara Amerika di Iran juga tak kalah mengerikan. Operasi ini sangat berpotensi terkendala oleh serangan drone dan rudal, tembakan dari darat, hingga bahan peledak rakitan (IED).
“Sudah menjadi tugas Pentagon untuk membuat persiapan guna memberikan opsi maksimal kepada Panglima Tertinggi,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, menurut laporan itu seraya menambahkan bukan berarti Trump telah memukul gong tanda dimulainya serangan
Baca Juga
“Ini tidak berarti Presiden telah mengambil keputusan.”
Diskusi juga mencakup kemungkinan operasi yang menargetkan Kharg Island, pusat ekspor minyak utama Iran, serta serangan pesisir di dekat Selat Hormuz untuk menetralkan ancaman terhadap pelayaran.
Para pejabat mengatakan misi yang mungkin dilakukan bisa berlangsung “berminggu-minggu, bukan berbulan-bulan,” sementara yang lain memperkirakan “beberapa bulan.”
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump sempat mengatakan, “Saya tidak akan menempatkan pasukan di mana pun.” Begitu pula dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang sempat menyatakan bahwa konflik dengan Iran “tidak akan berlangsung lama” dan bisa mencapai tujuan tanpa harus melibatkan pasukan di darat.
Tiga belas tentara AS telah tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka dalam serangan di seluruh kawasan sejak perang AS–Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari, kata para pejabat.
Eskalasi regional terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

