Wall Street Ambruk di Tengah Ketidakpastian Perdamaian AS-Iran, Dow Anjlok Lebih 450 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS jatuh pada Kamis waktu AS atau Jumat (27/3/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 450 poin, tertekan oleh lonjakan harga minyak dan ketidakpastian terkait negosiasi Iran.
Baca Juga
Ketidakpastian Damai AS-Iran Tekan Pasar, Stoxx 600 Eropa Anjlok Hampir 1,2%
Indeks S&P 500 merosot 1,74% ke 6.477,16, sedangkan Nasdaq Composite tergerus 2,38% ke 21.408,08. Indeks berbasis teknologi tersebut kini berada di wilayah koreksi, turun lebih dari 10% dari puncaknya. Dow Jones Industrial Average turun 469,38 poin atau 1,01% menjadi 45.960,11.
Harga minyak naik pada Kamis, memberikan tekanan pada ekuitas. Minyak Brent melonjak 5,66% ke US$108,01 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 4,61% ke US$94,48.
Seiring pelemahan saham dan penguatan minyak, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dan 2 tahun juga melonjak.
Menanggapi pergerakan harga minyak, Presiden Donald Trump mengatakan lonjakan tersebut dan tekanan pasar tidak seburuk yang ia perkirakan. “Semua ini akan kembali turun ke level sebelumnya dan mungkin lebih rendah,” ujarnya.
Baca Juga
Iran Tolak Pembicaraan Langsung dengan AS, Minyak Brent Tembus US$ 108
Sebelumnya pada Kamis, Trump menulis di Truth Social bahwa Iran “sebaiknya segera serius sebelum terlambat, karena jika itu terjadi, tidak ada jalan kembali dan hasilnya tidak akan baik.” Ia juga menyebut negosiator Iran “sangat berbeda” dan “aneh,” serta mengeklaim mereka “memohon” kepada AS untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung empat minggu.
Pernyataan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan mengatakan kepada media pemerintah bahwa otoritas tertinggi Iran sedang meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang, namun Teheran tidak berniat melakukan pembicaraan dengan AS.
Sementara itu, negara-negara Teluk mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran dari wilayah Irak terhadap infrastruktur energi mereka, serta menyatakan siap membela diri.
“Kami menghargai hubungan persaudaraan dengan Republik Irak, namun kami menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil langkah yang diperlukan guna segera menghentikan serangan ke negara-negara tetangga,” demikian isi pernyataan bersama tersebut.
Wall Street sebelumnya mencatat sesi penguatan, dengan Dow masih berada di jalur kenaikan mingguan meski terdapat pernyataan yang saling bertentangan antara AS dan Iran terkait pembicaraan damai.
“Ini adalah pasar yang cukup ‘complacent’, dalam arti investor secara inheren optimistis dan bersedia menyerap kabar buruk. Pasar ingin naik,” kata Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management kepada CNBC.
Tobin Marcus, kepala kebijakan AS di Wolfe Research, menilai pergerakan pasar terbaru menunjukkan investor berspekulasi bahwa Iran mungkin “tidak sepenuhnya jujur.”
Pasar “tampaknya menyimpulkan bahwa pesan publik Iran yang negatif mungkin merupakan kedok untuk sikap yang lebih akomodatif secara privat,” tulisnya dalam catatan. Pihaknya tidak sepenuhnya yakin, dan memperkirakan ambiguitas ini tidak akan bertahan lama.

