Klaim Menangkan Perang, Trump Sebut Iran Setuju Tanpa Nuklir dan Tawarkan ‘Hadiah’ Terkait Minyak dan Gas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah setuju untuk tidak akan pernah memiliki senjata nuklir dan telah mengirimkan sebuah "hadiah signifikan" terkait Selat Hormuz. Bahkan Trump mendeklarasikan kemenangan dalam perang yang telah berlangsung selama tiga pekan.
Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval pada hari Selasa (24/3/2026) waktu setempat seperti dikutip The Telegraph, Trump mengeklaim Iran sangat ingin "membuat kesepakatan" dari negosiasi yang dijalankan oleh Wakil Presiden J.D. Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Khusus Timur Tengah Steve Witkoff, dan Jared Kushner.
Dalam kesempatan tersebut Trump mengatakan bahwa kepemimpinan Iran saat ini telah mengalami perubahan besar.
"Inilah yang sebenarnya kita miliki, perubahan rezim. Anda tahu, ini adalah perubahan dalam rezim karena para pemimpinnya semua sangat berbeda dengan pemimpin yang menciptakan semua masalah itu," ujarnya.
Sebelumnya, Trump mendukung upaya Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang memfasilitasi pembicaraan antara Iran dan AS. Sharif juga telah menawarkan diri menjadi tuan rumah negosiasi penyelesaian menyeluruh atas konflik yang terjadi.
"Saya tidak ingin mengatakannya lebih awal, tetapi mereka telah setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada wartawan setelah upacara pelantikan Markwayne Mullin sebagai Menteri Departemen Keamanan Dalam Negeri yang baru.
Trump mengatakan kepemimpinan Iran memberi AS sebuah "hadiah signifikan" terkait Selat Hormuz dan aliran minyak. "Mereka akan membuat kesepakatan. Mereka melakukan sesuatu yang luar biasa kemarin. Mereka memberi kita hadiah. Dan hadiah itu tiba hari ini. Itu adalah hadiah yang sangat besar dengan nilai uang yang luar biasa," kata Trump. "Saya tidak akan memberi tahu Anda apa hadiah itu, tetapi itu adalah hadiah yang sangat signifikan. Dan mereka memberikannya kepada kami," imbuhnya.
"Jadi ini amat berarti buat saya, kita berurusan dengan orang yang tepat. Tidak, itu bukan senjata nuklir, tapi (hal yang) terkait dengan minyak dan gas," kata Trump.
Baca Juga
Iran Gencarkan Serangan ke Israel dan Teluk, Klaim Pembicaraan Damai Trump Dipatahkan
Trump pun menegaskan bahwa perang melawan Iran telah berhasil dimenangkan.
"Saya tidak suka mengatakan ini. Kita telah memenangkan ini. Perang ini telah dimenangkan... Ini seperti kita sedang memenangkan perang di mana mereka tidak punya Angkatan Laut, mereka tidak punya Angkatan Udara, dan mereka tidak punya apa-apa. Dan kita benar-benar memiliki pesawat yang terbang di atas Teheran dan bagian lain negara mereka. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa," kata Trump.
Ia mengatakan AS telah melenyapkan potensi nuklir Iran, yang bisa saja digunakan terhadap sekutu Amerika di Timur Tengah.
"Kami melenyapkannya. Benar-benar melenyapkan potensi nuklir mereka. Anda akan mendapati mereka memilikinya dua minggu setelah serangan itu, seandainya kami tidak melakukan serangan (menggunakan pembom B-2). Mereka akan memiliki senjata nuklir. Mereka pasti akan menggunakannya. Dan mereka akan menggunakannya di seluruh Timur Tengah, termasuk Israel," kata Trump.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan belum pernah dalam sejarah, sebuah negara dengan kapabilitas militer modern yang dilenyapkan secara cepat dan dikalahkan sejak hari pertama.
"Belum pernah dalam sejarah militer modern, Iran memiliki militer modern, Angkatan Laut modern, Angkatan Udara modern, pertahanan udara modern, bunker besar. Belum pernah militer modern dilenyapkan secara cepat dalam sejarah, dikalahkan sejak hari pertama dengan kekuatan tempur yang luar biasa," kata Hegseth.

