Netanyahu Klaim Serangan Israel Tewaskan Ilmuwan Nuklir Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa sejumlah ilmuwan nuklir Iran tewas dalam serangan militer Israel terhadap fasilitas dan target strategis di Iran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memasuki fase eskalasi yang semakin intens.
Netanyahu, Jumat (13/03/2026), mengatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer Israel yang bertujuan melemahkan kemampuan nuklir Iran. Menurutnya, target utama operasi tersebut adalah individu-individu yang berperan penting dalam pengembangan program nuklir Teheran.
Selain menyinggung dampak serangan terhadap ilmuwan nuklir Iran, Netanyahu juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Iran. Seperti dikutip Aljazeera, Netanyahu mengatakan bahwa “jalan baru menuju kebebasan” bagi Iran sedang terbuka dan masa depan negara itu pada akhirnya akan ditentukan oleh rakyat Iran sendiri.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah operasi militer besar Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Operasi tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran yang diklaim terkait dengan pengembangan nuklir dan sistem persenjataan negara tersebut.
Baca Juga
AS Sebut Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Terluka dan Bersembunyi
Konflik yang terus meningkat ini telah memicu kekhawatiran global karena berpotensi memperluas perang di kawasan Timur Tengah serta mengganggu stabilitas energi dunia, terutama jika jalur perdagangan vital seperti Selat Hormuz terdampak.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai jumlah korban ilmuwan nuklir yang disebut tewas dalam serangan tersebut. Namun eskalasi militer antara Iran dan Israel diperkirakan masih akan berlanjut, sementara berbagai negara dunia terus menyerukan upaya de-eskalasi dan penyelesaian diplomatik.

