Bursa Eropa Menguat di Akhir Pekan, tapi Saham Otomotif Stellantis Turun Tajam
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa menguat pada Jumat (6/2/2026), seiring berakhirnya pekan yang dipenuhi laporan kinerja keuangan perusahaan.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,9% hingga akhir sesi perdagangan, berbalik arah dari pelemahan pada sesi pagi.
Baca Juga
Bursa Eropa di Zona Merah, Investor Cermati Laba Emiten dan Kebijakan Bank Sentral
Saham Stellantis yang tercatat di bursa Milan anjlok sekitar 24% setelah produsen otomotif tersebut mengumumkan langkah restrukturisasi bisnis besar-besaran dengan biaya mencapai US$26 miliar. Saham otomotif Prancis juga melemah pada Jumat pagi, dengan Valeo dan Forvia masing-masing turun sekitar 0,4% dan 0,7%, sementara Renault merosot 3%.
Sepanjang pekan ini, pergerakan harga saham dipengaruhi oleh laporan kinerja dari sejumlah perusahaan terbesar di Eropa, termasuk raksasa farmasi Novo Nordisk, perusahaan minyak Shell, serta sejumlah bank besar.
Pengembang energi angin lepas pantai asal Denmark, Orsted, terakhir tercatat naik lebih dari 3% setelah laporan keuangan kuartal keempatnya menunjukkan pendapatan meningkat 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA Orsted tercatat sebesar 25,1 miliar kroner (US$3,9 miliar), berada dalam kisaran panduan 24–27 miliar kroner, dengan laba bersih setahun penuh mencapai 3,2 miliar kroner.
Sementara itu, bank asal Prancis Societe Generale turun sekitar 2% setelah merilis laporan kinerja kuartal keempat.
Raksasa pertambangan Rio Tinto dan Glencore sama-sama melemah pada Kamis setelah mengonfirmasi bahwa mereka membatalkan pembicaraan terkait potensi merger raksasa, yang jika terwujud akan menciptakan perusahaan tambang terbesar di dunia. Pada perdagangan Jumat sore, saham Rio Tinto naik 0,25% setelah memangkas pelemahan sebelumnya, sementara Glencore menguat 1,5%, berbalik dari penurunan pada pagi hari.
“Para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai ketentuan penggabungan,” kata Glencore dalam pernyataannya, seperti dikutip CNBC.
“Ketentuan utama dari potensi penawaran tersebut mencakup Rio Tinto tetap mempertahankan posisi Chairman dan Chief Executive Officer serta struktur kepemilikan proforma perusahaan gabungan yang, menurut pandangan kami, secara signifikan meremehkan kontribusi nilai relatif fundamental Glencore terhadap grup gabungan, bahkan sebelum mempertimbangkan premi pengendalian akuisisi yang layak,” tambah pernyataan itu.
Pada Kamis, Bank of England dan Bank Sentral Eropa (ECB) sama-sama mempertahankan suku bunga acuannya. Inggris juga menjadi sorotan setelah Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi tekanan menyusul kontroversi penunjukan mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson. Hubungan Mandelson dengan mendiang pemodal yang tercemar skandal, Jeffrey Epstein, kembali dipertanyakan seiring dirilisnya dokumen tambahan yang dikenal sebagai “Epstein files”.
Baca Juga
Inggris Tahan Suku Bunga di 3,75%, BOE Isyaratkan Pelonggaran Bertahap
Pada Jumat pagi, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilts) relatif stabil, sementara pound sterling menguat 0,6% terhadap dolar AS.

