Bursa Eropa di Zona Merah, Investor Cermati Laba Emiten dan Kebijakan Bank Sentral
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa melemah pada Kamis (5/2/2026). Pelaku pasar mencermati laporan keuangan perusahaan-perusahaan dan kebijakan bank sentral di kawasan tersebut.
Baca Juga
Dibayangi Ketidakpastian Global, ECB Pertahankan Suku Bunga untuk Kelima Kali Berturut-turut
Dikutip dari CNBC, iIndeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri perdagangan turun hampir 1,1%, dengan seluruh bursa utama berada di wilayah negatif.
Hari itu menjadi salah satu hari tersibuk untuk musim laporan keuangan di Eropa, dengan BBVA, BNP Paribas, Vinci, BMW, Siemens Healthineers, Anglo American, Danske Bank, ArcelorMittal, Moller Maersk, dan Vestas Wind Systems termasuk di antara perusahaan yang merilis laporan kinerja.
Saham Rheinmetall ditutup anjlok 6,5% setelah perusahaan tersebut mengindikasikan proyeksi awal yang lemah untuk 2026 dalam sebuah panggilan dengan investor dan analis. Perusahaan kini memperkirakan pendapatan setahun penuh sekitar 13,6 miliar euro, akibat pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan di seluruh divisi pertahanan, menurut laporan Reuters.
Volvo Cars juga mengumumkan laporan keuangan pada Kamis. Perusahaan mengatakan laba operasional kuartal keempat, tidak termasuk item yang memengaruhi perbandingan, turun 68% menjadi 1,8 miliar krona Swedia (US$200,46 juta) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Saham Volvo Cars ditutup merosot 22,5%.
Raksasa minyak Inggris, Shell, pada Kamis melaporkan laba kuartal keempat yang lebih lemah dari perkiraan akibat harga minyak mentah yang lebih rendah. Laba disesuaikan tercatat US$3,26 miliar, di bawah ekspektasi analis sebesar US$3,53 miliar, berdasarkan konsensus yang dihimpun LSEG. Saham Shell mengakhiri sesi turun 3,4%.
Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75%.
Baca Juga
Inggris Tahan Suku Bunga di 3,75%, BOE Isyaratkan Pelonggaran Bertahap
Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun — acuan biaya pinjaman pemerintah Inggris — naik sekitar 1 basis poin menjadi 4,546%, sementara pound sterling terakhir tercatat melemah 0,71% terhadap dolar AS ke level US$1,3553 usai keputusan tersebut.
Bank Sentral Eropa (ECB) juga menahan suku bunga utamanya tetap di level 2% pada Kamis sore.
Pasar global mengalami gejolak sepanjang pekan ini, dengan Wall Street mencatatkan dua hari berturut-turut penurunan pada Rabu setelah aksi jual saham perangkat lunak.
Di kawasan Asia-Pasifik sebelumnya, saham Korea Selatan memimpin pelemahan, mengikuti penurunan Wall Street seiring meningkatnya momentum aksi jual di sektor teknologi.

