Inggris Tahan Suku Bunga di 3,75%, BOE Isyaratkan Pelonggaran Bertahap
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75% pada pertemuan pertama tahun 2026 yang digelar Kamis (5/2/2026).
Baca Juga
BOE Turunkan Suku Bunga ke 3,75%, Sinyal Pelonggaran Berlanjut di 2026
Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) yang beranggotakan sembilan orang memutuskan dengan selisih tipis 5-4 untuk mempertahankan suku bunga. Empat anggota memilih memangkas suku bunga acuan, atau “Bank Rate”, sebesar 25 basis poin. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan hasil pemungutan suara akan lebih tegas dengan perbandingan 7-2.
Para pembuat kebijakan BoE terakhir kali memberikan suara tipis untuk memangkas suku bunga pada Desember, namun para ekonom memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga pada Februari, mengingat pertumbuhan bulanan yang lebih baik dari perkiraan serta inflasi yang masih persisten, tercatat 3,4% pada Desember berdasarkan data terbaru.
BoE menyatakan kebijakan moneter ditetapkan untuk memastikan inflasi “tidak hanya mencapai 2%, tetapi juga tetap berada secara berkelanjutan di level tersebut dalam jangka menengah, yang melibatkan penyeimbangan risiko di sekitar pencapaian tujuan ini.”
“Berdasarkan bukti saat ini, Bank Rate kemungkinan akan diturunkan lebih lanjut,” namun BoE menegaskan bahwa keputusan terkait pelonggaran kebijakan selanjutnya akan menjadi pertimbangan yang lebih ketat.
“Besaran dan waktu pelonggaran kebijakan moneter berikutnya akan bergantung pada perkembangan prospek inflasi,” demikian pernyataan tersebut. Inflasi diperkirakan akan turun kembali mendekati target 2% mulai April.
Pound sterling diperdagangkan melemah 0,6% terhadap dolar AS ke level US$1,356 setelah rilis keputusan tersebut.
Kebijakan ke Depan
Perhatian kini tertuju pada data inflasi yang akan datang, serta waktu dan kecepatan pemangkasan suku bunga yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Gubernur BoE Andrew Bailey termasuk di antara anggota MPC yang memilih mempertahankan suku bunga. “Saya memperkirakan akan melihat penurunan inflasi yang cukup tajam dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat di Awal 2026, FTSE 100 Inggris Sentuh 10.000 untuk Pertama Kalinya
“Secara keseluruhan, risiko dari persistensi inflasi tampaknya terus menurun. Oleh karena itu, saya melihat adanya ruang untuk pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Ini tidak berarti saya mengharapkan pemangkasan Bank Rate pada pertemuan tertentu. Saya akan memasuki pertemuan-pertemuan mendatang dengan menanyakan apakah pemangkasan memang dibenarkan,” tambahnya.
Sejumlah ekonom menilai pemungutan suara MPC yang lebih sempit dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa pemangkasan suku bunga kemungkinan dimulai pada musim semi.
Simon French, kepala ekonom dan kepala riset Panmure Liberum, mengatakan kepada CNBC bahwa waktu pemangkasan kemungkinan jatuh pada pertemuan 30 April atau Juni.
Berenberg kini memperkirakan tiga kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin pada 2026 akan dimulai pada kuartal kedua, dengan langkah pertama pada pertemuan 30 April.
Oxford Economics juga menilai pemangkasan suku bunga berikutnya paling mungkin terjadi pada akhir April, sementara BNP Paribas Markets 360 memperkirakan pemangkasan pertama bisa terjadi lebih awal, yakni Maret, meski kemungkinan bersifat satu kali.

