BOE Pangkas Suku Bunga Jadi 4,5%, Isyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut,
LONDON, investortrust.id – Bank of England (BOE) melakukan pemotongan suku bunga pertama tahun ini, sekaligus mengisyaratkan pemotongan lebih lanjut setelah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris untuk tahun 2025.
Bank Sentral Inggris, Kamis (06/02/2025), memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5%, dengan mayoritas tujuh dari sembilan anggota komite kebijakan moneter (MPC/Monetary Policy Committee) memilih mendukung keputusan tersebut. Dua anggota MPC lainnya memilih pemotongan yang lebih besar, yaitu 50 bps.
Baca Juga
Andrew Bailey, gubernur Bank of England, mengatakan kepada wartawan bahwa bank sentral berencana untuk melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut tahun ini. "Kami berharap dapat memangkas suku bunga lebih lanjut seiring dengan berlanjutnya proses disinflasi. Namun, kami harus menilai dari pertemuan ke pertemuan sejauh mana dan seberapa cepat pemotongan ini dapat dilakukan," urainya, seperti dikutip CNBC.
"Kita hidup di dunia yang penuh ketidakpastian, dan jalan ke depan akan menghadapi tantangan," ujarnya dalam konferensi pers.
Para ekonom secara luas telah memperkirakan bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga, menyusul serangkaian data pertumbuhan ekonomi Inggris yang lesu.
Ekonomi mengalami stagnasi pada kuartal ketiga, menurut data yang dirilis pada bulan Desember, sementara data PDB bulanan terbaru menunjukkan bahwa ekonomi hanya tumbuh 0,1% pada November setelah mengalami kontraksi 0,1% di Oktober. Data penjualan ritel yang lemah bulan lalu juga semakin memperkuat ekspektasi bahwa BOE akan memangkas suku bunga.
Pada hari Kamis, BOE memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris untuk tahun 2025 menjadi setengahnya, dari 1,5% menjadi 0,75%.
Sementara itu, tingkat inflasi Inggris turun menjadi 2,5% pada bulan Desember, lebih rendah dari perkiraan, dengan pertumbuhan harga inti juga melambat, semakin memperkuat ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan bank sentral akan mengarah pada pemangkasan suku bunga pertama mereka di tahun 2025. Target inflasi bank sentral adalah 2%.
Tak Menyebut Trump
Para pejabat Bank of England tidak menyebut kata "Trump" selama lebih dari satu jam konferensi pers setelah pengumuman keputusan suku bunga mereka. Pernyataan kebijakan mereka yang menjelaskan penurunan suku bunga juga tidak menyebut nama Presiden AS itu.
Baca Juga
Berbicara di WEF Davos, Trump Minta Suku Bunga dan Harga Minyak Diturunkan
Namun, ancaman Donald Trump terkait tarif perdagangan dan kekhawatiran bahwa hal itu dapat memicu perang dagang global jelas menjadi perhatian utama para pejabat bank.
"Dalam hari-hari menjelang keputusan kebijakan MPC, pemerintahan AS telah membuat berbagai pengumuman mengenai tarif perdagangan, yang kemudian ditanggapi oleh beberapa pemerintah lainnya, sudah terjadi peningkatan ketidakpastian ekonomi secara global serta peningkatan volatilitas di pasar keuangan," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca Juga
Kebijakan Tarif Trump pada Tiga Negara, Awal ‘Perang Dagang Global’
Ketika ditanya oleh wartawan tentang ketidakpastian global dan kemungkinan perang dagang, Gubernur BOE Andrew Bailey mengatakan, jika tarif yang diberlakukan berkontribusi terhadap fragmentasi ekonomi dunia, itu akan berdampak negatif bagi seluruh ekonomi. "Saya berharap itu tidak terjadi. Kami benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi, dan peristiwa dalam seminggu terakhir telah mengilustrasikan hal tersebut," ucapnya.
Dilansir Reuters, penurunan suku bunga yang bersifat dovish dari Bank of England menyebabkan pelemahan poundsterling di seluruh pasar.
Meskipun penurunan sebesar 25 bps sudah sesuai dengan ekspektasi, keputusan dengan suara bulat menjadi kejutan dovish yang kecil.
Akibatnya, meskipun skenario dasar adalah pemotongan suku bunga sebesar 25 bps setiap kuartal, kini terdapat peningkatan risiko pendekatan yang lebih agresif, yang berarti pelonggaran kebijakan yang lebih cepat. Dengan demikian, pemotongan suku bunga pada bulan Maret tidak bisa dikesampingkan, yang saat ini diperkirakan sebesar 37%.
Bagi poundsterling, risiko percepatan pelonggaran kebijakan oleh BoE menjadi hambatan bagi mata uang ini. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, jalur dengan hambatan paling kecil cenderung mengarah pada lebih banyak pemotongan suku bunga dibandingkan yang telah diperkirakan sebelumnya.

