Gejolak di Bursa Eropa Mereda Usai Pidato Trump, Saham Tambang Menguat
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (21/1/2026) setelah pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, di tengah kekhawatiran investor terhadap prospek perang dagang Uni Eropa–AS.
Baca Juga
Trump di Davos: AS Tak Akan Gunakan Kekuatan untuk Ambil Greenland, Dahulukan Negosiasi
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi sedikit di atas level datar, memangkas kerugian sebelumnya, dengan bursa regional dan sektor-sektor utama berakhir beragam.
Berpidato di WEF pada pukul 13.30 waktu London, Trump kembali menegaskan keinginannya untuk mencaplok Greenland, menyerukan “negosiasi segera” untuk mengakuisisi wilayah Arktik tersebut, namun untuk pertama kalinya mengatakan bahwa ia “tidak akan menggunakan kekuatan.”
Ia juga melontarkan kritik kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney, mantan Presiden AS Joe Biden, serta Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dengan mengatakan kepada para peserta bahwa “Amerika Serikat menopang seluruh dunia.”
Tak lama setelah pidatonya berakhir, para legislator Eropa menyatakan telah menangguhkan persetujuan atas perjanjian dagang Uni Eropa–AS yang dicapai tahun lalu.
Bernd Lange, ketua komite perdagangan internasional Parlemen Eropa, mengatakan dalam konferensi pers di Strasbourg, Prancis, bahwa ancaman tarif tersebut merupakan sebuah “serangan” terhadap kedaulatan ekonomi dan teritorial Uni Eropa.
Retorika Trump
Trump baru-baru ini mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa jika mereka menghalangi upayanya mengambil alih Greenland. Retorika Trump yang semakin keras soal perlunya Amerika Serikat membawa Greenland — wilayah semi-otonom Denmark — ke bawah kendali Washington, serta ancaman tarif lanjutan, memicu aksi jual aset global pada Selasa dan memunculkan kembali pertanyaan tentang kebangkitan apa yang disebut sebagai “sell America trade” yang pertama kali muncul setelah pengumuman “liberation day” Trump tahun lalu.
Baca Juga
Ancaman Tarif Trump Picu Aksi ‘Jual Amerika’: Dolar dan Obligasi AS Jatuh, Emas Tembus Rekor Baru
Berbicara di WEF pada Selasa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut proposal tarif baru Trump sebagai sebuah “kesalahan” yang akan menyeret Eropa dan Amerika Serikat ke dalam “spiral penurunan yang berbahaya.”
“Tanggapan kami akan tegas, bersatu, dan proporsional,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa Uni Eropa berada dalam “solidaritas penuh” dengan Greenland dan Denmark.
Indeks Stoxx Europe 600 Basic Resources menjadi pengecualian utama pada Rabu, dengan saham-saham tambang di Eropa melonjak 3,7%. Di antara penggerak utama, Anglo American ditutup naik 4,6%, Rio Tinto melonjak 5%, sementara Glencore berakhir naik 3,7%.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa salah satu potensi respons terhadap tarif baru AS adalah menggunakan Anti-Coercion Instrument (ACI) Uni Eropa, yang akan membatasi akses bisnis AS ke pasar tunggal Eropa. Penerapan ACI dapat mengecualikan pemasok Amerika dari tender publik Uni Eropa, memberlakukan pembatasan ekspor dan impor barang serta jasa, serta membatasi investasi asing langsung.
Di tempat lain, data yang dirilis Rabu menunjukkan tingkat inflasi Inggris naik menjadi 3,4% pada Desember, di atas perkiraan 3,3% dari ekonom yang disurvei Reuters.
Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun (gilt) acuan relatif datar hingga sore hari, sementara pound sterling juga datar terhadap dolar AS dan euro.

