Viral, Trump Klaim sebagai Presiden Venezuela di Medsos
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebuah unggahan bergaya halaman Wikipedia yang diedit rapi mendadak mengguncang jagat maya. Potret resmi Donald Trump terpampang sebagai “Presiden Sementara Venezuela”. Unggahan viral itu muncul hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat menangkap dan menerbangkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro—bersama istrinya, Cilia Flores—ke New York untuk menghadapi dakwaan federal terkait narkoterorisme dan perdagangan narkoba.
Bagi Washington, operasi pada Sabtu, 3 Januari, itu disebut sebagai puncak dari tekanan panjang: sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, hingga aktivitas militer yang selama berbulan-bulan menekan Caracas. Namun bagi Maduro, peristiwa itu tak lain adalah “penculikan”. Reaksi internasional pun keras. China, Rusia, Kolombia, bahkan Spanyol secara terbuka menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Baca Juga
Trump Akan Putuskan Masa Depan Venezuela Setelah Penangkapan Maduro
Di tengah badai kecaman itu, Trump justru melangkah lebih jauh. Ia menyatakan Amerika Serikat akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu. Alasannya: stabilitas keamanan dan kebutuhan akan transisi kekuasaan yang “terkendali”. Tak hanya soal politik, Trump juga secara eksplisit menyinggung kendali atas minyak—urat nadi ekonomi Venezuela. Menurutnya, AS akan mengawasi produksi dan penjualan minyak Venezuela ke pasar global selama periode interim tersebut.
Di dalam negeri Venezuela, respons datang cepat. Delcy Rodriguez, orang nomor dua Maduro, mengucapkan sumpah sebagai presiden sementara. Dalam berbagai pidato publik, termasuk di Negara Bagian Miranda, Rodriguez menegaskan tak ada kevakuman kekuasaan di Caracas. “Tidak ada ketidakpastian di sini. Rakyat Venezuela yang memegang kendali, dan ada pemerintahan, yaitu pemerintahan Presiden Nicolas Maduro,” ujarnya. Ia bersumpah tak akan beristirahat “sedetik pun” hingga Maduro dan Flores dipulangkan.
Baca Juga
Delcy Rodríguez Dilantik sebagai Presiden Sementara, Venezuela Masuki Babak Krisis Baru
Konfrontasi pun meningkat. Trump memperingatkan Rodriguez bahwa ia bisa “membayar harga yang sangat besar” bila menolak bekerja sama. Bahkan, Trump menyiratkan bahwa konsekuensi bagi Rodriguez bisa lebih berat daripada yang dihadapi Maduro, yang kini ditahan di New York.
Di saat bersamaan, Trump mengeklaim kemenangan politik. Ia menyebut pembebasan sejumlah tahanan politik oleh Venezuela sebagai dampak langsung dari aksi AS. Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan pembebasan itu terjadi “dalam skala besar” dan memperingatkan para tahanan yang dibebaskan agar “jangan pernah melupakannya”.
Dimensi ekonomi dari krisis ini tak kalah besar. Trump secara terbuka meminta perusahaan-perusahaan minyak raksasa AS untuk menggelontorkan investasi hingga US$100 miliar guna membangkitkan kembali sektor minyak Venezuela yang terpuruk. Dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih dengan para eksekutif energi, ia menegaskan AS akan menentukan perusahaan mana yang boleh beroperasi di Venezuela.
Baca Juga
Trump juga memuji kesepakatan dengan kepemimpinan sementara Venezuela untuk memasok 50 juta barel minyak mentah ke AS—bahkan menyebut pengiriman bisa berlangsung tanpa batas waktu. Menurutnya, lonjakan pasokan tersebut akan membantu menekan harga energi domestik. Untuk memperkuat langkah itu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang melindungi dana di AS yang berasal dari penjualan minyak Venezuela.
Klaim Trump sebagai “presiden sementara Venezuela”, yang dilansir sejumlah media, mungkin berawal dari unggahan media sosial. Namun dampaknya menjalar jauh melampaui dunia maya—menyentuh jantung geopolitik global, pasar energi, dan perdebatan mendasar tentang batas kekuasaan sebuah negara adidaya.

