Rio Tinto - Glencore Bahas Megamerger US$ 260 Miliar, Berpotensi Jadi Perusahaan Tambang Terbesar di Dunia
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Rio Tinto dan Glencore mengonfirmasi bahwa mereka kembali membuka pembicaraan mengenai potensi kesepakatan raksasa senilai US$ 260 miliar yang dapat membentuk perusahaan pertambangan terbesar di dunia.
Baca Juga
Pasar Eropa Anjlok 2%, Saham Pertambangan Turun Paling Tajam
Saham Rio Tinto yang tercatat di Australia turun 6,3% pada Jumat (9/1/2026). Sementara itu, saham Glencore diperkirakan melonjak hingga 10% saat pasar Eropa dibuka, demikian laporan kantor berita Reuters pada Jumat dengan mengutip para pelaku pasar.
“Rio Tinto dan Glencore telah terlibat dalam diskusi awal mengenai kemungkinan penggabungan sebagian atau seluruh bisnis mereka, yang dapat mencakup merger berbasis pertukaran saham antara Rio Tinto dan Glencore,” beber Rio Tinto, perusahaan yang lebih besar dari keduanya, dalam pernyataan yang dirilis Jumat pagi.
“Ekspektasi saat ini dari para pihak adalah bahwa setiap transaksi merger akan dilakukan melalui akuisisi Glencore oleh Rio Tinto melalui skema pengaturan yang disahkan oleh pengadilan.”
CNBC telah menghubungi kedua perusahaan untuk meminta komentar lebih lanjut. Rio Tinto mengatakan pihaknya memiliki waktu hingga pukul 17.00 waktu London (12.00 ET) pada 5 Februari untuk mengumumkan niat pasti mengajukan penawaran atas Glencore atau menyatakan bahwa mereka tidak berniat mengajukan penawaran.
Rio Tinto dan Glencore sebelumnya telah membahas merger pada akhir 2024, namun pembicaraan tersebut gagal akibat sejumlah isu, termasuk valuasi dan masa depan tambang batu bara milik Glencore.
Pada Agustus lalu, CEO Rio Tinto Simon Trott mengumumkan reorganisasi bisnis. Trott berjanji memangkas biaya dan membuka nilai hingga US$10 miliar dari basis aset perusahaan dengan memfokuskan bisnis pada tiga kelompok produk inti — bijih besi, aluminium, serta litium dan tembaga.
Baca Juga
Bursa Inggris Hijau, Saham Pertambangan Fresnillo dan Rio Tinto Melambung
Kesepakatan antara Rio Tinto dan Glencore akan menambah gelombang aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di sektor pertambangan, setelah Anglo American dan Teck Resources asal Kanada sepakat bergabung dalam kesepakatan senilai US$66 miliar pada September lalu. Merger tersebut diperkirakan akan menciptakan salah satu produsen tembaga terbesar di dunia.
Pembicaraan yang kembali dibuka antara Glencore dan Rio Tinto juga didorong oleh meningkatnya permintaan tembaga, dengan harga logam merah tersebut mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$13.000 per ton pada pekan ini.

