Wall Street Bertabur Rekor, Dow Melesat Hampir 500 Poin dan Tembus 49.000
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (7/1/2026). Investor mulai mengesampingkan dampak serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencapai level tertinggi baru.
Baca Juga
S&P 500 naik 0,62% dan mencatatkan penutupan rekor di level 6.944,82. Indeks ini juga sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa selama sesi perdagangan. Indeks blue-chip Dow Jones melonjak 484,90 poin atau 0,99%, juga mencapai rekor intraday dan ditutup di level tertinggi baru 49.462,08. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 0,65% dan berakhir di level 23.547,17.
Salah satu anggota “Magnificent Seven”, Amazon, mendorong penguatan ketiga indeks utama dengan kenaikan lebih dari 3%. Saham-saham lain yang terkait dengan kecerdasan buatan juga menopang pasar secara keseluruhan, termasuk Micron Technology dan Palantir Technologies. Saham Micron melonjak sekitar 10%, sementara Palantir naik lebih dari 3%.
Ini merupakan hari perdagangan ketiga di tahun baru, namun saham-saham semikonduktor sudah mencatat reli kuat, dengan Micron menjadi salah satu pemimpin kenaikan. Dengan penguatan pada Selasa, saham Micron telah naik lebih dari 20% sejak awal tahun. Kinerja tersebut menyusul lonjakan luar biasa pada 2025, ketika saham ini melesat lebih dari 240%.
“Teknologi memang sempat melambat di akhir tahun, tetapi saya rasa tidak ada yang meragukan bahwa AI adalah teknologi yang mengubah permainan. Kami melihat saham-saham chip memimpin. Itu mungkin sudah bisa diperkirakan, namun rotasi siklikal ini masih terus berlanjut,” tutur Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird, seperti dikutip CNBC.
Perdagangan AI dan saham teknologi berjalan beriringan dengan komponen siklikal pasar lainnya. “Itu adalah gambaran yang mungkin Anda harapkan dalam ekonomi yang akan berjalan panas pada 2026, dengan pemangkasan suku bunga, stimulus fiskal besar-besaran, dan antusiasme terhadap AI yang semakin mendekati titik puncak,” tambahnya.
Indeks Dow yang beranggotakan 30 saham unggulan ditutup di level rekor pada Senin. Dow juga sempat mencatatkan rekor intraday setelah Amerika Serikat menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan, sementara Presiden Donald Trump mendorong investasi besar dari perusahaan minyak AS.
Saham-saham sektor energi menguat secara luas pada Senin, dengan sektor energi S&P 500 mencatatkan kenaikan harian terbaik sejak Juli.
Mayfield menilai salah satu alasan mengapa perkembangan antara AS dan Venezuela tidak terlalu memengaruhi pasar adalah peran Venezuela dalam perekonomian global — khususnya di pasar minyak. “Dampaknya cukup kecil sehingga Anda tidak akan melihat respons seperti konflik Ukraina-Rusia,” ujarnya.
Baca Juga
Swiss Tutup Celah Finansial Maduro di Tengah Krisis Venezuela
Salah satu alasan utama aksi jual saat itu adalah lonjakan besar harga minyak. “Kita tidak melihat hal itu sekarang dan, jika ada, pasar justru sedikit memperhitungkan potensi tambahan pasokan di masa depan jika sebagian barel yang dikenai sanksi kembali ke pasar,” bebernya.
Peristiwa geopolitik seperti ini, ketika berdampak pada pasar atau konsumen, biasanya melalui pasar minyak. Dalam kasus ini, kata dia, dampak itu tidak terlihat.

