Inggris dan Sejumlah Negara Latin Angkat Bicara soal Serangan AS ke Venezuela
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Inggris hingga sejumlah Negara di Amerika Latin buka suara soal serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pihaknya tidak terlibat dalam tersebut.
Starmer menegaskan London akan terlebih dahulu memastikan fakta yang terjadi sebelum mengambil sikap lebih lanjut. “Saya ingin memastikan fakta terlebih dahulu, berbicara dengan Presiden Trump dan para sekutu,” ujar Starmer kepada media Inggris, Sabtu (3/1/2026).
Ia menegaskan Inggris tidak terlibat dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional. “Saya bisa mengatakan dengan sangat jelas bahwa kami tidak terlibat, dan saya selalu percaya kita semua harus menjunjung tinggi hukum internasional,” jelasnya menyusul meningkatnya sorotan global terhadap operasi militer AS.
Reaksi internasional terhadap serangan tersebut terus bermunculan. Pemerintah Venezuela sebelumnya mengecam aksi AS sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan hukum internasional.
Baca Juga
Rusia Kecam Agresi AS yang Berujung Penangkapan Nicolas Maduro
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan telah mengerahkan pasukan ke perbatasan Venezuela. Ia juga mendesak Organisasi Negara-Negara Amerika dan PBB untuk segera menggelar pertemuan darurat.
Presiden Cile Gabriel Boric menyampaikan keprihatinan dan kecaman terhadap aksi militer AS. Ia menilai serangan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Amerika Latin.
Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam keras serangan AS dan menyerukan respons segera dari komunitas internasional. Kuba menyebut tindakan tersebut sebagai serangan kriminal terhadap Venezuela.
Serangan AS ke Venezuela ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Sejumlah negara menilai eskalasi militer dapat memperburuk stabilitas regional dan internasional.

