DPR Angkat Bicara soal Email yang Diretas untuk Kirim Pesan Perlawanan
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) angkat bicara terkait dengan peretasan surel atau email-nya untuk mengirimkan pesan perlawanan terkait dengan tidak digubrisnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pencalonan kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024.
Seperti diketahui, Badan Legislasi (Baleg) DPR akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada untuk melawan putusan No. 60/PUU-XII/2024 dan No. 70/PUU-XII/2024. Apa yang dilakukan oleh DPR disinyalir merupakan upaya untuk menjegal Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Serentak 2024 sebagai Calon Gubernur Jakarta dan memuluskan Kaesang Pangarep sebagai calon kepala daerah.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengatakan pihaknya sudah menonaktifkan email yang diretas dan digunakan untuk mengirimkan pesan perlawanan ke beberapa alamat email, termasuk email redaksi media nasional pada pukul 10.26 WIB
"Terkait penyalahgunaan salah satu akun email DPR pada pukul 10.26 WIB, dapat kami sampaikan, Kesetjen-an sudah menonaktifkan akun tersebut dan melakukan investigasi, serta bekerjasama dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) untuk penanganan masalah ini," katanya kepada awak media di Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Masyarakat Melawan, Email DPR Diretas untuk Kirim Pesan Perlawanan
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Investortrust pada Kamis (22/8/2024) email dprnow@dpr.go.id mengirimkan pesan perlawanan ke ribuan alamat email, termasuk ke redaksi media nasional. Pesan dalam email tersebut menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh DPR tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Pesan tersebut juga menyerukan seluruh masyarakat untuk bersuara melawan kebijakan yang akan merugikan mereka dan mematikan demokrasi di Tanah Air.
Berikut adalah isi pesan yang dikirimkan oleh email dprnow@dpr.go.id selengkapnya;
DPR RI WAS HACKED. PANJANG UMUR DEMOKRASI!
“Siapa sangka seorang mantan tukang kayu dari kota kecil di Jawa bisa membangun lebih dari sekadar furnitur? Dia mengukir mahakarya nepotisme, sambil memakai topeng kepolosan dan wajah innocent. Bravo! Tepuk tangan untuk mengubah demokrasi menjadi bisnis keluarga. Tapi tunggu dulu, rakyat tidak akan membeli apa yang dia jual. Permainan sudah selesai, dan kami di sini untuk merebut kembali apa yang seharusnya milik kami. Kami memiliki senjata terkuat yang bisa menghancurkan apa pun, kekuatan rakyat. Biarkan mereka mendengar suara kita, Saudaraku, khususnya kamu, ya kamu, Generasi Penerus Indonesia. Biarkan mereka merasakan amarah ‘Rakyat yang Tertindas’, di mana keadilan tak lebih dari selembar kanvas buta. Biarkan mereka merasakan panasnya ‘Api Semangat Pemuda’ di mana kita bisa tetap kuat bersama tak peduli seberapa besar armada mereka. Hari ini kita turun bersama untuk melawan ketidakadilan. ‘Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, atau kita akan kehilangan negeri ini selamanya!’
Baca Juga
Massa Aksi Unjuk Rasa di MK Ajak Masyarakat Boikot Pilkada 2024
Batalkan aturan DPR dan hentikan segala keterlibatan lebih lanjut untuk menghancurkan konstitusi kita atau kami akan membocorkan informasi sensitif milik DPR RI ke seluruh dunia minggu ini!
Kami mengirim email ini ke seluruh negeri. Jika kalian mendapatkannya, sebarkan sebanyak mungkin. Kita pasti bisa! Saatnya rakyat bergerak, negara kita dalam keadaan darurat. Hanya ada 1 kata, lawan! Negara ini bukan milik 1 keluarga!”

