Wall Street Pesta Cuan, S&P 500 Cetak Rekor 5 Hari Beruntun
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada penutupan Jumat waktu AS atau Sabtu (26/7/2025) WIB. Wall Street kembali mengukir sejarah. Untuk kelima kalinya dalam pekan ini, indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan baru di level 6.388,64, naik 0,40%, sekaligus menandai penutupan tertinggi ke-14 sepanjang tahun 2025. Nasdaq Composite juga menguat 0,24% ke 21.108,32 dan mencetak rekor penutupan ke-15. Dow Jones Industrial Average menambah 208 poin, atau 0,47%, ditutup di 44.901,92—hanya 0,25% di bawah rekor tertingginya.
Baca Juga
Kinerja luar biasa ini mencerminkan kekuatan musim laporan keuangan kuartal II. Dari 169 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan, lebih dari 82% mengalahkan konsensus analis. Alphabet dan Verizon menjadi contoh mencolok, dengan saham keduanya masing-masing naik 4% dan 5% dalam sepekan.
“Pasar bullish masih hidup dan kuat, didorong oleh fundamental yang positif. Inflasi stabil, suku bunga terjaga, dan tren laba naik—ini kombinasi yang mendukung reli pasar,” beber Terry Sandven, Kepala Strategi Ekuitas di U.S. Bank Wealth Management, seperti dikutip CNBC.
Namun bukan hanya laporan keuangan yang mendorong reli. Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS telah mencapai kesepakatan dagang besar dengan Jepang, serta kesepakatan kerangka dagang dengan Indonesia, meningkatkan optimisme pelaku pasar. Trump juga menyebut akan ada lebih banyak kesepakatan sebelum tenggat tarif 1 Agustus, termasuk kemungkinan dengan Uni Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bahkan telah mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Trump di Skotlandia pada hari Minggu.
Baca Juga
Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Besar-besaran dengan Jepang, Tarif Timbal Balik 15%
Kendati demikian, ketidakpastian tarif tetap menjadi risiko. “Retorika tarif masih menciptakan ketidakpastian. Tapi jika melihat inflasi yang terkendali, investor masih memilih pendekatan risk-on,” ujar Sandven.
Pekan depan, investor bersiap menghadapi gelombang laporan lebih dari 150 perusahaan S&P 500, termasuk raksasa teknologi Meta dan Apple. The Fed juga akan menggelar rapat kebijakan, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,5%.
Baca Juga
Dengan kombinasi laporan laba yang kuat, prospek kebijakan moneter yang stabil, dan potensi terobosan dagang, Wall Street menunjukkan bahwa pasar ekuitas global masih punya ruang untuk melaju—meski bayang-bayang ketegangan masih menggantung di langit-langit ekonomi dunia.

