Paus Leo XIV Kecam Kesia-siaan Perang, Serukan Dialog Rusia-Ukraina dan Soroti Krisis Kemanusiaan Gaza
Poin Penting
|
KOTA VATIKAN, Investortrust.id - Paus Leo XIV mengecam keras kesia-siaan perang serta kehancuran dan luka terbuka yang ditinggalkannya dalam pesan Natal pertamanya sejak terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Paus asal Amerika Serikat yang terpilih pada Mei lalu, menggantikan mendiang Paus Fransiskus, menyampaikan seruan moral yang kuat agar konflik bersenjata di berbagai belahan dunia segera diakhiri melalui dialog dan kemanusiaan.
Berbicara di hadapan sekitar 26.000 umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Kamis (25/12), Paus Leo XIV menegaskan bahwa perang, dalam bentuk apa pun, hanya menyisakan puing-puing dan penderitaan mendalam bagi umat manusia. Ia juga mengajak masyarakat internasional untuk menumbuhkan solidaritas dan sikap menerima terhadap mereka yang membutuhkan, sebuah pesan yang dinilai menyinggung menguatnya sentimen anti-imigran di Eropa.
Dalam pesannya, Paus secara khusus menyoroti konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022. “Marilah kita berdoa secara khusus bagi rakyat Ukraina yang menderita,” ujar Paus dikutip CNAnews, Kamis (25/12/2025).
Ia mendesak pihak-pihak yang terlibat agar memiliki keberanian untuk menempuh jalan dialog. “Semoga pihak-pihak yang terlibat, dengan dukungan dan komitmen komunitas internasional, menemukan keberanian untuk terlibat dalam dialog yang tulus, langsung, dan saling menghormati,” katanya.
Seruan tersebut disampaikan di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung. Dalam beberapa pekan terakhir, pejabat Rusia dan Ukraina diketahui melakukan pembicaraan terpisah dengan para perunding Amerika Serikat terkait proposal pengakhiran perang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahkan telah memaparkan sejumlah poin utama rencana perdamaian usai pembicaraan dengan AS. Namun di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai belum menunjukkan tanda-tanda kompromi dan justru tetap bertahan pada tuntutan garis kerasnya.
Baca Juga
Ucapkan Selamat Natal 2025, Prabowo Ajak Doakan Warga Terdampak Bencana
Perang tersebut telah menelan puluhan ribu korban jiwa, menghancurkan wilayah Ukraina timur, serta memaksa jutaan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Selain Ukraina, Paus Leo XIV juga menaruh perhatian besar pada krisis kemanusiaan di Gaza dalam homili Natal pertamanya sebagai Paus. Ia menggambarkan kondisi memprihatinkan ratusan ribu warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat di tengah cuaca dingin, meskipun gencatan senjata rapuh telah berlaku selama beberapa pekan.
“Bagaimana mungkin kita tidak memikirkan tenda-tenda di Gaza, yang selama berminggu-minggu terpapar hujan, angin, dan dingin,” ucap Paus. Ia menambahkan bahwa penduduk wilayah tersebut “tidak memiliki apa-apa lagi dan telah kehilangan segalanya”.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sekitar 1,3 juta orang di Gaza saat ini membutuhkan bantuan tempat tinggal dan memperingatkan meningkatnya risiko hipotermia seiring turunnya suhu.
Penderitaan warga sipil juga tercermin dari kesaksian Elias al-Jalda, seorang Kristen Palestina dari Gaza, yang menghadiri misa Natal di satu-satunya Gereja Katolik Roma di wilayah tersebut. “Perang, dalam segala bentuknya, sangat kejam bagi semua orang yang hidup di tanah ini,” katanya. Ia berharap Natal tahun ini menjadi awal fase baru yang ditandai dengan berakhirnya perang dan kembalinya kehidupan normal di Gaza.

