Yield Obligasi AS Turun Jelang Libur Natal
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turun pada Rabu (24/12/2025), saat investor bersiap menghadapi sesi perdagangan yang dipersingkat menjelang libur akhir tahun.
Baca Juga
Yield USTreasury 10 Tahun Tertekan usai Rilis Data Inflasi AS
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun — yang menjadi acuan biaya pinjaman pemerintah AS — turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,134%. Yield obligasi Treasury 2 tahun turun lebih dari 1 basis poin menjadi 3,51%, sementara imbal hasil obligasi 30 tahun melemah lebih dari 3 basis poin menjadi 4,794%.
Pada Rabu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 20 Desember tercatat 214.000, turun dari 224.000 pada pekan sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan Dow Jones sebesar 225.000.
Investor juga terus mencerna data tertunda dari Departemen Perdagangan yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh 4,3% pada kuartal ketiga — laju tercepat dalam dua tahun terakhir. Namun, angka yang lebih kuat dari perkiraan dan dilaporkan pada Selasa tersebut berpotensi mempersulit langkah Federal Reserve terkait arah kebijakan suku bunga.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett — salah satu kandidat terdepan untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed tahun depan — dalam wawancara dengan CNBC mengatakan bahwa The Fed masih “sangat tertinggal” dalam memangkas suku bunga dibandingkan bank sentral negara lain, dan tidak menurunkan suku bunga dengan cukup cepat.
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan pandangan Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, yang akhir pekan lalu mengatakan bahwa suku bunga sebaiknya dipertahankan pada level saat ini selama beberapa bulan ke depan, karena menurutnya kekhawatiran inflasi masih lebih besar dibandingkan pelemahan pasar tenaga kerja.
Baca Juga
The Fed Pangkas Bunga Acuan 25 Bps, Isyaratkan Kehati-hatian pada 2026
Berdasarkan CME FedWatch Tool, mayoritas investor kini memperkirakan suku bunga akan tetap ditahan hingga April, sebelum The Fed kembali melanjutkan penurunan suku bunga.
Pasar obligasi ditutup lebih awal pada pukul 14.00 waktu setempat pada Rabu dan akan ditutup pada Kamis untuk libur Hari Natal.

