AS Sangat Berharap Dapat Akses ke Mineral Kritis Indonesia
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) ingin mendapatkan akses mineral kritis Indonesia. Keinginan AS ini termuat dalam agreement of reciprocal trade (ART).
“Amerika sangat berharap untuk mendapatkan akses terhadap critical mineral (Indonesia)” kata Airlangga saat konferensi pers perkembangan negosiasi tarif AS-Indonesia, Selasa (23/12/2025), dengan didampingi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo.
Airlangga menjelaskan pembahasan ART yang muncul selama 17-22 Desember melanjutkan kesepakatan yang sudah ditempuh pada 22 Juli 2025. Dalam kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai, kedua negara ingin adanya keseimbangan bagi akses pasar kedua negara.
“AS memberikan pengecualian kepada tarif produk unggulan kita seperti sawit, kopi, dan teh,” ujar dia.
Selain tiga komoditas itu, AS juga memberikan pengecualian ekspor terhadap produk seperti kopi. Tak hanya itu, AS juga melonggarkan tarif terhadap produk-produk yang dihasilkan industri padat karya Tanah Air seperti alas kaki, tekstil dan produk tekstil, dan furnitur.
Baca Juga
Prabowo Akan Teken Kesepakatan Negosiasi Tarif AS Akhir Januari 2026
“Ini menjadi kabar baik terutama bagi industri Indonesia yang terdampak langsung kebijakan tarif, di mana sektor-sektor yang terkena tarif tersebut, terutama padat karya, mempekerjakan 5 juta pekerja dan ini sangat strategis bagi Indonesia,” ujar dia.
Sebagai konsekuensi dari penyelesaian tarif dagang kedua negara, Indonesia diminta menyelesaikan sejumlah persoalan. Terdapat tiga isu utama yang menjadi perhatian AS antara lain, hambatan non-tarf, pembukaan akses pasar, dan deregulasi.
Untuk deregulasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) deregulasi atau debottlenecking yang secara khusus bertugas menyelesaikan semua hambatan yang dialami dunia usaha.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto akan menandatangani kesepakatan negosiasi tarif resiprokal atau agreement on reciprocal trade (ART) di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada akhir Januari 2025.
Baca Juga
“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan maka diharapkan sebelum akhir Januari [2026] akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump,” kata Airlangga.
Airlangga menyatakan seluruh isu substansi yang telah diatur di dalam dokumen ART sudah disepakati kedua belah pihak. Isu utama dan teknis akan diselesaikan dalam proses legal drafting dan proses teknis selanjutnya.
Dalam pertemuan itu disepakati framework timetable dari substansi perjanjian ART. Di mana pada pekan kedua Januari 2026 tim teknis Indonesia dan AS akan melanjutkan kembali pertemuan teknis untuk legal drafting dan clean up dokumen yang ditargetkan selesai dalam satu pekan antara 12-19 Januari 2026.
“Saat ini, pihak Amerika sedang mengatur waktu yang tepat untuk rencana pertemuan antara kedua pimpinan tersebut,” ujar dia.

