Airlangga Akui Ada Hambatan Saat Pembahasan Negosiasi Tarif
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto akui terdapat sejumlah hambatan dalam penandatangan dokumen agreement on reciprocal trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
“Dinamika yang terjadi seperti biasa dalam pembahasan detail ini ada masalah harmonisasi bahasa,” kata Airlangga dalam konferensi pers perkembangan negosiasi tarif AS-Indonesia, Selasa (23/12/2025).
Menurut Airlangga, masalah bahasa yang digunakan menjadi sesuatu yang wajar dalam pembahasan untuk mencapai kesepakatan dalam ART. Meski demikian, secara konten tidak ada masalah krusial yang dihadapi kedua belah negara.
“Terkait konten ataupun materi itu, dalam pembahasan sejak 17-22 hari ini (waktu Washington DC) seluruhnya sudah dibahas dan seluruhnya sudah disetujui oleh kedua belah pihak,” kata dia.
Airlangga menegaskan tidak ada kesepakatan lain yang dibahas di luar persoalan dagang kedua negara. Pembahasan tidak menyentuh aspek kerja sama politik kedua negara.
Baca Juga
Prabowo Akan Teken Kesepakatan Negosiasi Tarif AS Akhir Januari 2026
“Tidak ada kesepakatan lainnya (politik)karena ini murni agreement on reciprocal trade,” kata dia.
Presiden Prabowo Subianto rencananya akan menandatangani kesepakatan negosiasi tarif resiprokal atau agreement on reciprocal trade (ART) di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada akhir Januari 2025.
“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan maka diharapkan sebelum akhir Januari [2026] akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump,” ucap dia.
Duta Besar Indonesia untuk AS, Indroyono Soesilo menegaskan untuk memastikan penyelesaian perjanjian dagang, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC akan mempersiapkan kunjungan Prabowo pada akhir Januari 2026 nanti.
“Sambil menunggu instruksi dari Jakarta nantinya, kami sudah mulai bersiap-siap. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan insyaallah kalau nanti kesepakatannya setelah disepakati bisa langsung diimplementasikan,” ujar Indroyono.

