Rusia Resmi Akhiri Perjanjian Kerja Sama Militer dengan Beberapa Negara Eropa
Poin Penting
|
MOSKOW, Investortrust.id - Pemerintah Rusia pada hari Sabtu (20/12/2025) secara resmi memberi wewenang kepada Kementerian Pertahanan untuk mengakhiri serangkaian perjanjian kerja sama militer bilateral yang ditandatangani dengan beberapa negara Eropa antara tahun 1992 dan 2002.
Keputusan ini mencakup perjanjian dengan Jerman, Polandia, dan Norwegia, serta kesepakatan serupa dengan Bulgaria, Rumania, Denmark, Inggris, Belanda, Kroasia, Belgia, dan Republik Ceko.
Sebagaimana diberitakan Anadolu, langkah tersebut menandai berakhirnya kerangka kerja sama militer dan diplomatik pasca-Perang Dingin di tengah ketegangan geopolitik saat ini.
Perintah resmi mengenai penghentian perjanjian-perjanjian ini dipublikasikan di portal hukum resmi pemerintah Rusia, menegaskan keputusan Moskow untuk menyesuaikan hubungan militernya dengan negara-negara Eropa terkait situasi politik dan keamanan global yang berubah.
Sementara itu diberitakan novinite.com, Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, telah menandatangani sebuah dekrit yang menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk mengakhiri serangkaian perjanjian militer dengan 11 negara Barat, termasuk Jerman, Inggris, Polandia, dan Bulgaria. Perintah hukum tersebut dipublikasikan di portal resmi pemerintah Rusia untuk akta regulasi.
Dekrit tersebut merinci penghentian berbagai perjanjian pertahanan bilateral, seperti perjanjian antara Kementerian Pertahanan Rusia dengan Kementerian Pertahanan Jerman yang awalnya ditandatangani di Moskow pada 13 April 1993, serta perjanjian serupa dengan Kementerian Pertahanan Nasional Polandia pada 7 Juli 1993. Perjanjian kerja sama dengan Norwegia, yang ditandatangani pada 15 Desember 1995, juga terdampak oleh keputusan ini.
Baca Juga
Perjanjian lain yang dihentikan termasuk Romania (28 Maret 1994), Denmark (8 September 1994), Inggris (18 Maret 1997), Belanda (18 Juni 1997), Kroasia (18 Desember 1998), Belgia (19 Desember 2001), dan Republik Ceko (16 April 2002). Langkah ini mencerminkan pengurangan luas terhadap kolaborasi pertahanan formal Rusia dengan sekutu-sekutu Barat, menurut laporan TASS.
Bulgaria menjadi fokus penting dalam konteks ini. Pada 1992, Moskow dan Sofia menandatangani Traktat Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama yang menjadi dasar bagi hubungan bilateral pasca-Perang Dingin. Traktat yang ditandatangani pada 4 Agustus tersebut memungkinkan kedua negara menjalankan proyek bersama, termasuk di sektor pertahanan.
Dengan penghentian perjanjian saat ini, Moskow memastikan berakhirnya kerangka kerja sama militer jangka panjang dengan Bulgaria serta negara-negara NATO lainnya yang tercantum.

